PAN: KPU harus koordinasi dengan parlemen

Jum'at, 29 Maret 2013 - 20:53 WIB
PAN: KPU harus koordinasi...
PAN: KPU harus koordinasi dengan parlemen
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk melakukan langkah koordinasi dengan parlemen terkait sikap dan kebijakannya.

Hal itu menyusul pro dan kontra sikap KPU yang meloloskan dua partai politik peserta pemilu yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos dalam tahap seleksi, dan dinilai telah melanggar peraturan dengan memperpanjang pengumpulan Daftar Caleg Sementara (DCS) yang semula di agendakan pada tanggal 9-15 April 2013, menjadi 9-22 April 2013.

"Makanya kita selalu ingatkan (agar selalu berkoordinasi dengan DPR). Selain itu, karena mereka dalam membuat PKPU (Peraturan KPU) itu diharuskan berkonsultasi ke DPR," jelas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN Yandri Susanto kepada wartawan, Jumat (29/3/2013).

Menurut Anggota Komisi II DPR ini, terkait dengan timpang-tindih antara PKPU No 6/2013 dengan PKPU No 7/2013, Komisi II DPR menyarankan agar peraturan No 6/2013 tersebut ditinggalkan.

"Dan menggunakan nomor 7 karena lebih luwes, fleksibel dan efektif," ujarnya.

Dia juga berjanji, Komisi II DPR akan selalu mengawasi kinerja lembaga penyelenggara pemilu itu.

"Kalau mereka tidak patuh terhadap perundang-undangan tentang penyelenggaraan pemilu, Komisi II akan memanggil maupun mengoreksi kebijakan KPU," tandasnya.

Meski begitu, Yandri tetap mengapresiasi kinerja dan upaya KPU tersebut. Menurutnya, molornya jadwal DCS tersebut merupakan hal wajar.

"Kinerjanya (KPU) sudah bagus. Kalau pun ada perubahan (jadwal pengumpulan berkas DCS), bagi kami masih dalam keadaan wajar. Terkait dengan adanya permintaan Komisi II DPR yang minta beberapa PKPU direvisi, harapan kita memang ingin KPU untuk lancarnya ke depan mentaati atau pun memperhatikan pendapat Komisi II, sehingga hambatan atau pun gugatan judicial review (atas PKPU) tidak ada," kata Yandri.
(rsa)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved