Kemenkes siapkan vaksin Hemafilus Influenza tipe B

Senin, 29 April 2013 - 03:24 WIB
Kemenkes siapkan vaksin...
Kemenkes siapkan vaksin Hemafilus Influenza tipe B
A A A
Sindonews.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera vaksin Hemafilus influenza Tipe B untuk anak-anak dan bayi di empat provinsi. Setidaknya bulan Juli vaksin untuk penyakit gangguan pernafasan pada bayi dan anak itu sudah siap.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi mengatakan, vaksin Hemafilus Influenza Tipe B baru akan diberikan kepada empat provinsi yaitu Jawa Barat, Yogyakarta, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, empat daerah tersebut, 50 persen kematian pada anak-anak dan bayi disebabkan oleh Hemafilus Influenza.

"Untuk itu kita siapkan vaksin nya untuk menekan angka kematian pada bayi dan anak," tandas Menkes saat ditemui di Jakarta, Minggu (28/4/2013).

Dia mengatakan, pemberian imunisasi pada bayi dan anak sangatlah penting, karena dengan imunisasi beberapa penyakit seperti difteri, batuk seratus hari, tetanus dan campak bisa ditangani.

Untuk itu Kemenkes siapkan vaksin tersebut untuk mengantisipasi penyakit Hemafilus influenza dengan hafksin Hemafilus Tipe B.

Lanjut Nafsiah, biofarma sudah siap untuk memperbanyak dalam pembuatan vaksin tersebut. Namun, kendala yang didapat ialah biaya untuk memperbanyak vaksin untuk semua provinsi mendapatkan itu tidak ada. Untuk itu, peran Pemda dalam pelaksanaanya di daerah sangatlah diperlukan.

"Kita cari dana untuk seluruh provinsi, untuk kita minta PKK, IDI dan lembaga kesehatan lainya bisa di biayai oleh Pemda. Kita akan usahakan," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini sudah sekitar 69.576 desa yang tersentuh dengan imunisasi itu sekitar 80 persen. Namun masih ada sekitar 20.000 desa yang belum tersentuh imunisasi dasar.

"Sekitar 3 juta anak bayi dan balita belum tersentuh oleh imunisasi. Dan ini harus cepat dilakukan," imbuhnya.

Saat ini, ada 2-3 juta kematian pertahun karena penyakit deftri, campak, tetanus, diare. 22 juta bayi di dunia yang belum mendapatkan 9.5 juta di Asia Tenggara. "Di dalamnya termasuk Indonesia," tegas Menkes.

Dia menambahkan, kesehatan anak sangatlah harus dilindungi dan diperhatikan. Karena melindungi mereka dari penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian imunisasi adalah hak mereka.
(lns)
Berita Terkait
Dukung Perekonomian,...
Dukung Perekonomian, JAPFA Konsisten Lakukan Ekspor Sektor Peternakan
Pemprov Sulbar Ajak...
Pemprov Sulbar Ajak PT Japfa Ikut Kelola Potensi Sulbar
Jadi Tonggak Sejarah,...
Jadi Tonggak Sejarah, Indonesia Ekspor 23 Ribu Ayam Hidup ke Singapura
Diadang Pandemi, Japfa...
Diadang Pandemi, Japfa Perkuat Bisnis Hilir dan Pasar Domestik
Upaya Perusahaan Memperkuat...
Upaya Perusahaan Memperkuat Segmen Usaha Hilir
Kinerja Cepat Pulih...
Kinerja Cepat Pulih di Tengah Pandemi, Ini Strategi Japfa
Berita Terkini
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved