SBY tak usah gusar tanggapi isu kudeta
Sabtu, 23 Maret 2013 - 18:17 WIB
SBY tak usah gusar tanggapi isu kudeta
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat, khususnya warga Jakarta tak perlu khawatir dengan aksi unjuk rasa hingga adanya isu yang akan mengkudeta Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 25 Maret 2013.
Menurut Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, isu tersebut hanya membuat resah masyarakat dan mengalihkan perhatian masyarakat dari isu korupsi yang melibatkan sejumlah elite dan sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di Jakarta sangat aman dan kondusif. Jika pun akan ada aksi pada 25 Maret tak lebih sebagai aksi demonstrasi yang akan dilakukan berbagai kelompok masyarakat, terdiri dari aktivis, buruh dan mahasiswa," kata Neta lewat rilisnya kepada Sindonews, Sabtu (23/3/2013).
Menurut perkiraannya, aksi massa tersebut akan terkonsentrasi di sekitar Istana Merdeka, Jakarta. Untuk itu IPW mengimbau pemerintah tak perlu berlebihan menanggapi isu kudeta yang disebut-sebut bakal terjadi pada 25 Maret mendatang.
"Begitu juga jajaran kepolisian diminta tidak bersikap reaktif menanggapi isu kudeta 25 Maret. Hanya memang sebagai aparat keamanan, Polri perlu bersikap antisipatif untuk menjaga situasi Kamtibmas di Jakarta," ucapnya.
Neta menilai, aksi demo yang akan dilakukan komponen masyarakat tersebut, hanyalah sebatas mengkritisi kepemimpinan Presiden SBY, yang belakangan ini dinilai lebih peduli memikirkan partainya ketimbang memikirkan kondisi rakyat yang makin sulit.
"Untuk itu IPW mengimbau Polri bersikap persuasif dalam mengamankan aksi demo 25 Maret tersebut," pungkasnya.
Menurut Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, isu tersebut hanya membuat resah masyarakat dan mengalihkan perhatian masyarakat dari isu korupsi yang melibatkan sejumlah elite dan sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di Jakarta sangat aman dan kondusif. Jika pun akan ada aksi pada 25 Maret tak lebih sebagai aksi demonstrasi yang akan dilakukan berbagai kelompok masyarakat, terdiri dari aktivis, buruh dan mahasiswa," kata Neta lewat rilisnya kepada Sindonews, Sabtu (23/3/2013).
Menurut perkiraannya, aksi massa tersebut akan terkonsentrasi di sekitar Istana Merdeka, Jakarta. Untuk itu IPW mengimbau pemerintah tak perlu berlebihan menanggapi isu kudeta yang disebut-sebut bakal terjadi pada 25 Maret mendatang.
"Begitu juga jajaran kepolisian diminta tidak bersikap reaktif menanggapi isu kudeta 25 Maret. Hanya memang sebagai aparat keamanan, Polri perlu bersikap antisipatif untuk menjaga situasi Kamtibmas di Jakarta," ucapnya.
Neta menilai, aksi demo yang akan dilakukan komponen masyarakat tersebut, hanyalah sebatas mengkritisi kepemimpinan Presiden SBY, yang belakangan ini dinilai lebih peduli memikirkan partainya ketimbang memikirkan kondisi rakyat yang makin sulit.
"Untuk itu IPW mengimbau Polri bersikap persuasif dalam mengamankan aksi demo 25 Maret tersebut," pungkasnya.
(maf)