PKS hukum kadernya yang tak bayar infak

Jum'at, 24 Mei 2013 - 19:14 WIB
PKS hukum kadernya yang...
PKS hukum kadernya yang tak bayar infak
A A A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui bahwa salah satu sumber dana mereka dalam menghidupi mesin partai ialah berasal dari iuran wajib setiap kader atau yang sebut infak.

Ketua Bidang Koordinasi Humas PKS, Mardani Alisera mengungkapkan bahwa setiap kader inti wajib mengeluarkankan sebagian pendapatannya untuk dimasukkan ke dalam kas partai.

"Makin besar penghasilannya maka semakin besar infak-nya," kata Mardani di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2013).

Mardani menjelaskan, ada besaran persentase pembayaran infak yang telah ditetapkan oleh partai yang dipimpin Anis Matta itu. Salah satunya ialah mereka yang memiliki penghasilan Rp30 juta ke atas maka harus mengeluarkan 7,5 persen dari pendapatan itu.

"Kalau Rp 3 juta ke bawah 2,5 persen, 3 hingga 5 juta 3 persen. 5 hingga 10 juta maka 4 persen. Lalu 10 juta ke atas 5 persen, nah 30 juta lebih 7,5 persen," terangnya.

Mengenai hukuman bagi yang tidak membayar infak, kata dia, ada beberapa ketetapan yang telah ditentukan mulai diminta untuk berzikir hingga dikeluarkan dari partai.

"Bisa mempengaruhi disposisi di struktur dan pejabat publik, kalau sudah berkali-kali akan SP1, sanksi ringan, biasa suruh baca Alquran, istigfar, bisa kedua turun peringkat, dan kalau menolak bayar dipecat," tuntasnya.
(kri)
Berita Terkait
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Ketua Majelis Syura...
Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
Anis Buka-bukaan soal...
Anis Buka-bukaan soal Misi Besar PKS
Walaupun Oposisi, PKS...
Walaupun Oposisi, PKS Tegaskan Ingin Berpolitik yang Asyik
Berita Terkini
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved