SBY prihatin adanya polemik soal penghargaan ACF
Jum'at, 24 Mei 2013 - 13:54 WIB
SBY prihatin adanya polemik soal penghargaan ACF
A
A
A
Sindonews.com - Rencana pemberian penghargaan World Statesman 2013 dari The Appeal of Conscience Foundation (ACF) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus mengundang reaksi publik.
Menanggapi polemik ini, lewat Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, Presiden SBY mengatakan, semua kelompok yang berbeda paham dan keyakinan, memiliki tanggung jawab yang sama dalam harmoni sosial.
"Presiden SBY berbagi keprihatinan yang sama dengan sejumlah kalangan tentang masalah intoleransi dalam masyarakat kita. Semua orang hendaknya mencegah dirinya terlibat dalam pengabaian akan pentingnya menghormati keyakinan yang dimiliki kelompok lain," kata Daniel lewat rilisnya kepada redaksi Sindonews, Jumat (24/5/2013).
Lebih lanjut Daniel mengatakan, munculnya pro dan kontra dalam memandang suatu permasalahan, adalah hal yang biasa. Tinggal menajemen saling pengertian dan penghormatan yang perlu ditumbuhkan dalam masyarakat.
"Kesaling-pengertian dan kesaling-penghormatan adalah norma dasar dalam masyarakat majemuk. Intoleransi adalah tantangan masyarakat majemuk yang harus kita menangkan dengan membangun dialog yang setara, bukan dengan menyebarkan permusuhan dan kebencian," ungkapnya.
Menanggapi polemik ini, lewat Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, Presiden SBY mengatakan, semua kelompok yang berbeda paham dan keyakinan, memiliki tanggung jawab yang sama dalam harmoni sosial.
"Presiden SBY berbagi keprihatinan yang sama dengan sejumlah kalangan tentang masalah intoleransi dalam masyarakat kita. Semua orang hendaknya mencegah dirinya terlibat dalam pengabaian akan pentingnya menghormati keyakinan yang dimiliki kelompok lain," kata Daniel lewat rilisnya kepada redaksi Sindonews, Jumat (24/5/2013).
Lebih lanjut Daniel mengatakan, munculnya pro dan kontra dalam memandang suatu permasalahan, adalah hal yang biasa. Tinggal menajemen saling pengertian dan penghormatan yang perlu ditumbuhkan dalam masyarakat.
"Kesaling-pengertian dan kesaling-penghormatan adalah norma dasar dalam masyarakat majemuk. Intoleransi adalah tantangan masyarakat majemuk yang harus kita menangkan dengan membangun dialog yang setara, bukan dengan menyebarkan permusuhan dan kebencian," ungkapnya.
(maf)