Ini bedanya CDIO dengan kurikulum di Indonesia
Selasa, 19 Maret 2013 - 15:39 WIB
Ini bedanya CDIO dengan kurikulum di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Dekan Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)Sudarisman mengatakan, perbedaan antara Conceive Design Implement Operate (CDIO) dengan kurikulum di Indonesia ialah pada sistem keterkaitan pembelajaran.
Menurutnya, jika di Indonesia terkadang masih ada mata kuliah yang berdiri sendiri tanpa ada kaitannya dengan mata kuliah lain, namun dalam CDIO tiap mata kuliah memiliki keterkaitan. Keterkaitan inilah yang dirasa akan makin menjamin kompetensi lulusan.
"Model seperti ini kami rasa cocok diterapkan di bidang teknik, dimana memang tiap lulusan wajib memiliki softskill yang mumpuni. Apalagi zaman sekarang di Indonesia, keharusan softskill masih jadi pro dan kontra. Bagusnya hal ini tidak menambah jumlah mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa, tapi bisa dimasukkan ke mata kuliah yang sudah ada," jelasnya di sela-sela acara penandatanganan di Gedung Rektorat UMY, Yogyakarta, Selasa (19/3/2013).
Diungkapkan Sudarisman, pelatihan CDIO dilakukan di UMY maupun UMS. Pelatihan pun akan dilakukan bertahap. Untuk tahap pertama dan kedua sudah selesai dilakukan. Tahapan tersebut menandai tingkatan pembelajaran mengenai CDIO sendiri.
Selanjutnya, dengan adanya kerjasama tersebut, UMY dan UMS dituntut untuk mampu mengimplementasikan sistem CDIO dalam perkuliahan. "Target kedepannya, UMY dan UMS mampu menularkan sistem tersebut pada perguruan tinggi yang lain," pungkasnya.
Menurutnya, jika di Indonesia terkadang masih ada mata kuliah yang berdiri sendiri tanpa ada kaitannya dengan mata kuliah lain, namun dalam CDIO tiap mata kuliah memiliki keterkaitan. Keterkaitan inilah yang dirasa akan makin menjamin kompetensi lulusan.
"Model seperti ini kami rasa cocok diterapkan di bidang teknik, dimana memang tiap lulusan wajib memiliki softskill yang mumpuni. Apalagi zaman sekarang di Indonesia, keharusan softskill masih jadi pro dan kontra. Bagusnya hal ini tidak menambah jumlah mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa, tapi bisa dimasukkan ke mata kuliah yang sudah ada," jelasnya di sela-sela acara penandatanganan di Gedung Rektorat UMY, Yogyakarta, Selasa (19/3/2013).
Diungkapkan Sudarisman, pelatihan CDIO dilakukan di UMY maupun UMS. Pelatihan pun akan dilakukan bertahap. Untuk tahap pertama dan kedua sudah selesai dilakukan. Tahapan tersebut menandai tingkatan pembelajaran mengenai CDIO sendiri.
Selanjutnya, dengan adanya kerjasama tersebut, UMY dan UMS dituntut untuk mampu mengimplementasikan sistem CDIO dalam perkuliahan. "Target kedepannya, UMY dan UMS mampu menularkan sistem tersebut pada perguruan tinggi yang lain," pungkasnya.
(maf)