Ini upaya SBY mendramatisir situasi politik
Jum'at, 15 Maret 2013 - 05:02 WIB
Ini upaya SBY mendramatisir situasi politik
A
A
A
Sindonews.com - Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan sejumlah mantan jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan beberapa organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Kantor Kepresidenan, menimbulkan banyak tanya.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, adanya pertemuan itu, menunjukkan bahwa SBY ingin mendramatisir mengenai apa yang pernah diucapkannya soal gonjang-ganjing politik.
"SBY ingin mendramatisasi bahwa ucapan dia mengenai akan ada kelompok yang akan melakukan kejahatan politik atau mengkudeta, itu benar adanya," kata Ray, saat dihubungi Sindonews, Jumat (15/3/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, pertemuan dengan para jenderal dan ormas itu, agar membenarkan, bawah perkiraan mengenai adanya pihak yang akan mengacaukan situasi politik, benar adanya.
"Ingin supaya SBY tidak dibilang berbohong terkait adanya kejahatan politik atau gonjang-ganjing tersebut," tandas Ray.
Sebelumnya, SBY mencurigai, adanya oknum politikus yang sengaja ingin membuat suasana bangsa ini menjadi ricuh. Menurut data yang didapat dari intelijen, SBY mengatakan, ada sebuah gerakan yang memang sengaja dibangun untuk membuat stabilitas politik nasional terganggu.
"Saya hanya berharap kepada elite politik dan kelompok-kelompok tertentu, tetaplah pada koridor demokrasi itu sah. Tetapi, kalau lebih dari itu apalagi dengan sebuah rencana untuk membuat negara kita gonjang-ganjing," kata SBY di Bandara, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu 3 Maret 2013.
Sementara, setelah mengundang tujuh purnawirawan pada Rabu 13 Maret 2013, di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Di mana tujuh mantan jenderal atau purnawirawan TNI itu adalah Luhut Panjaitan, Subagyo HS, Fahrul Rozi, Agus Wijoyo, Johny Josephus, Sumardi, dan Suaidi Marasabessy.
Kemudian, di tempat yang sama, pada Kamis 14 Maret 2013, SBY kembali melakukan pertemuan dengan sejumlah ormas Islam. Ke-13 ormas Islam yang bertemu SBY ini merupakan ormas yang ikut mendeklarasikan dan menyatakan bergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
Mereka adalah Nahdlatul Ulama (NU), Persis, Al-Irsyad al-Islamiyah, Al-Ittihadiyah, Matlaul Anwar, Ar-Rabithah Al-Alawiyah, Al-Washliyah, Az-Zikra, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Perti, dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, adanya pertemuan itu, menunjukkan bahwa SBY ingin mendramatisir mengenai apa yang pernah diucapkannya soal gonjang-ganjing politik.
"SBY ingin mendramatisasi bahwa ucapan dia mengenai akan ada kelompok yang akan melakukan kejahatan politik atau mengkudeta, itu benar adanya," kata Ray, saat dihubungi Sindonews, Jumat (15/3/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, pertemuan dengan para jenderal dan ormas itu, agar membenarkan, bawah perkiraan mengenai adanya pihak yang akan mengacaukan situasi politik, benar adanya.
"Ingin supaya SBY tidak dibilang berbohong terkait adanya kejahatan politik atau gonjang-ganjing tersebut," tandas Ray.
Sebelumnya, SBY mencurigai, adanya oknum politikus yang sengaja ingin membuat suasana bangsa ini menjadi ricuh. Menurut data yang didapat dari intelijen, SBY mengatakan, ada sebuah gerakan yang memang sengaja dibangun untuk membuat stabilitas politik nasional terganggu.
"Saya hanya berharap kepada elite politik dan kelompok-kelompok tertentu, tetaplah pada koridor demokrasi itu sah. Tetapi, kalau lebih dari itu apalagi dengan sebuah rencana untuk membuat negara kita gonjang-ganjing," kata SBY di Bandara, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu 3 Maret 2013.
Sementara, setelah mengundang tujuh purnawirawan pada Rabu 13 Maret 2013, di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Di mana tujuh mantan jenderal atau purnawirawan TNI itu adalah Luhut Panjaitan, Subagyo HS, Fahrul Rozi, Agus Wijoyo, Johny Josephus, Sumardi, dan Suaidi Marasabessy.
Kemudian, di tempat yang sama, pada Kamis 14 Maret 2013, SBY kembali melakukan pertemuan dengan sejumlah ormas Islam. Ke-13 ormas Islam yang bertemu SBY ini merupakan ormas yang ikut mendeklarasikan dan menyatakan bergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
Mereka adalah Nahdlatul Ulama (NU), Persis, Al-Irsyad al-Islamiyah, Al-Ittihadiyah, Matlaul Anwar, Ar-Rabithah Al-Alawiyah, Al-Washliyah, Az-Zikra, Syarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Perti, dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).
(maf)