Ini 3 hal yang bisa dibaca dari pertemuan SBY- Prabowo
Selasa, 12 Maret 2013 - 10:01 WIB
Ini 3 hal yang bisa dibaca dari pertemuan SBY- Prabowo
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik Universitas Islam Indonesia (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto berpendapat, pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto kali ini memang menjadi pertemuan yang demonstratif.
Artinya, ada konteks pesan yang sepertinya ingin mereka kirimkan ke publik jika keduanya sekarang ini sedang dalam proses saling mendekat, saling mengakomodasi dan saling membuka peluang-peluang.
"Sulit untuk tak mengaitkan kedatangan Prabowo ke Istana dengan Pemilu 2014. Karena ada beberapa kemungkinan yang bisa kita baca dari pertemuan tersebut," tukas Gun Gun ketika dihubungi Selasa (12/3/2013).
Beberapa hal yang bisa dibaca itu, menurut Gun Gun, pertama, bisa jadi memang Prabowo dan SBY sedang membangun komunikasi politik.
"Karena bagaimanapun mereka sama-sama punya kepentingan yang sangat mungkin bisa dikerjasamakan," ujar dosen UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Paramadina ini memperdiksi.
Lanjutnya, Prabowo punya kepentingan memperluas basis dukungan real politic dari partai-partai lain. Dan Prabowo tahu, hingga kini Demokrat sedang krisis figur kuat untuk "dijual" dalam kontestasi elektoral 2014.
"Sehingga Prabowo bisa saja berharap Demokrat mendukungnya. Bagi SBY juga tentu penjajakan kerena dia tahu persis pentingnya berinvestasi politik pada kekuatan yang punya prospek di Pemilu 2014," sambung Gun Gun.
Kedua, bisa jadi pertemuan tersebut sebenarnya yang lebih diuntungkan adalah SBY, karena kondisi dinamis yang sedang memosisikan Demokrat dan SBY dalam persepsi yang negatif akibat kisruh internal partai.
Kehadiran Prabowo pun menjadi pesan, bahwa SBY masih punya teman, terlebih teman yang bernama Prabowo itu adalah salah satu calon kuat di Pilpres 2014.
Ketiga, sangat mungkin juga pertemuan tersebut baru proses lobi-lobi dan negosiasi atau semacam 'zone of possible agreement.'
Artinya mereka sedang membuka kemungkinan-kemungkinan bisa tidak mereka dalam kongsi yang sama. "Artinya ini masih proses mentah, belum menjadi jaminan mereka akan satu kongsi," ujarnya lagi.
Kata Gun Gun, proses seperti itu bisa jadi best alternative to negosiated agreement di antara Prabowo dan SBY sendiri.
Artinya, ada konteks pesan yang sepertinya ingin mereka kirimkan ke publik jika keduanya sekarang ini sedang dalam proses saling mendekat, saling mengakomodasi dan saling membuka peluang-peluang.
"Sulit untuk tak mengaitkan kedatangan Prabowo ke Istana dengan Pemilu 2014. Karena ada beberapa kemungkinan yang bisa kita baca dari pertemuan tersebut," tukas Gun Gun ketika dihubungi Selasa (12/3/2013).
Beberapa hal yang bisa dibaca itu, menurut Gun Gun, pertama, bisa jadi memang Prabowo dan SBY sedang membangun komunikasi politik.
"Karena bagaimanapun mereka sama-sama punya kepentingan yang sangat mungkin bisa dikerjasamakan," ujar dosen UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Paramadina ini memperdiksi.
Lanjutnya, Prabowo punya kepentingan memperluas basis dukungan real politic dari partai-partai lain. Dan Prabowo tahu, hingga kini Demokrat sedang krisis figur kuat untuk "dijual" dalam kontestasi elektoral 2014.
"Sehingga Prabowo bisa saja berharap Demokrat mendukungnya. Bagi SBY juga tentu penjajakan kerena dia tahu persis pentingnya berinvestasi politik pada kekuatan yang punya prospek di Pemilu 2014," sambung Gun Gun.
Kedua, bisa jadi pertemuan tersebut sebenarnya yang lebih diuntungkan adalah SBY, karena kondisi dinamis yang sedang memosisikan Demokrat dan SBY dalam persepsi yang negatif akibat kisruh internal partai.
Kehadiran Prabowo pun menjadi pesan, bahwa SBY masih punya teman, terlebih teman yang bernama Prabowo itu adalah salah satu calon kuat di Pilpres 2014.
Ketiga, sangat mungkin juga pertemuan tersebut baru proses lobi-lobi dan negosiasi atau semacam 'zone of possible agreement.'
Artinya mereka sedang membuka kemungkinan-kemungkinan bisa tidak mereka dalam kongsi yang sama. "Artinya ini masih proses mentah, belum menjadi jaminan mereka akan satu kongsi," ujarnya lagi.
Kata Gun Gun, proses seperti itu bisa jadi best alternative to negosiated agreement di antara Prabowo dan SBY sendiri.
(lns)