Loyalis Anas disingkirkan, ini strategi lanjutan
Sabtu, 09 Maret 2013 - 05:02 WIB
Loyalis Anas disingkirkan, ini strategi lanjutan
A
A
A
Sindonews.com - Beredar kabar, jika kader muda di internal Partai Demokrat akan disingkirkan oleh Majelis Tinggi, dari Fraksi Partai Demokrat di DPR, dengan menggunakan cara rotasi.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, adanya wacana tersebut merupakan buntut dari permasalahan yang terjadi di Demokrat.
"Saya melihat memang ini strategi lanjutan dari pengendalian Demokrat dari kubunya Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat)," kata Gun Gun, saat dihubungi Sindonews, Sabtu (9/3/2013).
Menurutnya, dengan disingkirkannya beberapa kader muda tersebut, merupakan konsekuensi dari pengambilalihan yang dilakukan oleh Majelis Tinggi.
"Bagaiamanpun, terjadinya sirkulasi elite, hal yang tak terhindari dari bergesernya elite utama Partai Demokrat. Sirkulasi elite itu biasanya menyebabkan perubahan pada sub sistem lainnya," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Nurhayati Alie Assegaf mengatakan, salah satu langkah pembenahan di internal partainya adalah dengan melakukan rotasi anggota di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Rotasi itu bersifat biasa, sehingga tidak perlu dipersoalkan.
"Jadi rotasi komisi sudah biasa, ini bukan hal yang luar biasa. Kita tunggu saja," ujar Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2013).
Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, rotasi yang akan dilakukan bukan untuk menyingkirkan orang-orang yang dekat dengan Anas. Nurhayati meyakinkan, di internal partainya tidak ada faksi, semua kader loyal terhadap partai.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, adanya wacana tersebut merupakan buntut dari permasalahan yang terjadi di Demokrat.
"Saya melihat memang ini strategi lanjutan dari pengendalian Demokrat dari kubunya Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat)," kata Gun Gun, saat dihubungi Sindonews, Sabtu (9/3/2013).
Menurutnya, dengan disingkirkannya beberapa kader muda tersebut, merupakan konsekuensi dari pengambilalihan yang dilakukan oleh Majelis Tinggi.
"Bagaiamanpun, terjadinya sirkulasi elite, hal yang tak terhindari dari bergesernya elite utama Partai Demokrat. Sirkulasi elite itu biasanya menyebabkan perubahan pada sub sistem lainnya," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Nurhayati Alie Assegaf mengatakan, salah satu langkah pembenahan di internal partainya adalah dengan melakukan rotasi anggota di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Rotasi itu bersifat biasa, sehingga tidak perlu dipersoalkan.
"Jadi rotasi komisi sudah biasa, ini bukan hal yang luar biasa. Kita tunggu saja," ujar Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2013).
Anggota Komisi I DPR ini menegaskan, rotasi yang akan dilakukan bukan untuk menyingkirkan orang-orang yang dekat dengan Anas. Nurhayati meyakinkan, di internal partainya tidak ada faksi, semua kader loyal terhadap partai.
(maf)