Format TRIMS diharapkan buat sekolah lebih transparan
Jum'at, 08 Maret 2013 - 21:02 WIB
Format TRIMS diharapkan buat sekolah lebih transparan
A
A
A
Sindonews.com - Sejak tahun 2012 lalu, 50 kabupaten/kota se-Indonesia menjadi pilot project pelaksanaan Tool for Reporting and Information Managemen for Schools (TRIMS). Software yang dikembangkan oleh Bank Dunia ini diakui mampu meningkatkan kapasitas sistem manajemen informasi pendidikan di tiap sekolah karena kesederhanaannya.
"Aplikasi ini saya rasa sederhana dan bagus sehingga mudah diterapkan oleh sekolah. Hanya dengan program Windows Excel, tiap sekolah mampu mengsinkronkan data base dengan mudah hingga pelaporan dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi sampai pusat bisa dilakukan dengan cepat," ujar Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ahmad Zainal Fanani SPd MA, di Yogyakarta, Jumat (8/3/2013).
Menurut Zainal, selama ini pihak pemerintah kabupaten/kota tidak bisa dengan mudah memiliki data sekolah. Seringnya, data bisa diperoleh secara manual dan terkadang penuh rekayasa data demi kebutuhan sekolah.
Namun, dengan aplikasi ini diharapkan akan terjadi keterbukaan publikasi data. Di lain pihak, meski tampak baik, Zainal khawatir jika aplikasi TRIMS tidak bisa menyatu dengan sistem informasi yang sudah ada di sekolah-sekolah DIY.
"Selama ini, beberapa sekolah di DIY memang sudah memiliki atau menggunakan sistem informasi masing-masing. Nanti dengan aplikasi ini apakah bisa cocok menyatu dengan sistem yang sudah digunakan selama ini," ungkapnya.
Untuk DIY sendiri, aplikasi TRIMS sudah dilakukan oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul. Aplikasi TRIMS dibuat berdasarkan format pelaporan yang telah ada sebelumnya sehingga sekolah dapat melakukan input data dengan mudah.
TRIMS juga dilengkapi dengan indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga data yang diinput oleh sekolah dapat dimanfaatkan untuk menyusun Rencana Pembangunan Sekolah (RPS).
"Aplikasi ini saya rasa sederhana dan bagus sehingga mudah diterapkan oleh sekolah. Hanya dengan program Windows Excel, tiap sekolah mampu mengsinkronkan data base dengan mudah hingga pelaporan dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi sampai pusat bisa dilakukan dengan cepat," ujar Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ahmad Zainal Fanani SPd MA, di Yogyakarta, Jumat (8/3/2013).
Menurut Zainal, selama ini pihak pemerintah kabupaten/kota tidak bisa dengan mudah memiliki data sekolah. Seringnya, data bisa diperoleh secara manual dan terkadang penuh rekayasa data demi kebutuhan sekolah.
Namun, dengan aplikasi ini diharapkan akan terjadi keterbukaan publikasi data. Di lain pihak, meski tampak baik, Zainal khawatir jika aplikasi TRIMS tidak bisa menyatu dengan sistem informasi yang sudah ada di sekolah-sekolah DIY.
"Selama ini, beberapa sekolah di DIY memang sudah memiliki atau menggunakan sistem informasi masing-masing. Nanti dengan aplikasi ini apakah bisa cocok menyatu dengan sistem yang sudah digunakan selama ini," ungkapnya.
Untuk DIY sendiri, aplikasi TRIMS sudah dilakukan oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul. Aplikasi TRIMS dibuat berdasarkan format pelaporan yang telah ada sebelumnya sehingga sekolah dapat melakukan input data dengan mudah.
TRIMS juga dilengkapi dengan indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga data yang diinput oleh sekolah dapat dimanfaatkan untuk menyusun Rencana Pembangunan Sekolah (RPS).
(kri)