KPK belum berencana periksa Ibas
Senin, 04 Maret 2013 - 21:47 WIB
KPK belum berencana periksa Ibas
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berencana memeriksa putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dalam dugaan menerima aliran dana kasus Hambalang.
"Sampai hari ini tidak ada rencana," ujar Juru Bicara (Jubir) KPK, Johan Budi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2013).
KPK beralasan, karena hingga saat ini belum memerlukan keterangan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat itu terkait kasus tersebut. "Alasannya, ya tidak dibutuhkan," pungkasnya.
Seperti diketahui, nama Ibas kembali disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera di dokumen yang diduga milik direktur keuangan PT Anugerah, Yulianis.
Dokumen ini beredar di kalangan wartawan. Dari dokumen yang diduga merupakan rekap data keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas disebut menerima uang USD 900.000.
Aliran dana dari PT Anugerah Nusantara ke Ibas dilakukan melalui empat kali pengiriman. Pertama, Pada tanggal 29 April 2010. Ibas menerima kiriman uang sebanyak dua kali yakni USD 500.000 dan USD 100.000.
Kedua, pada tanggal 30 April 2010 Ibas menerima dua kali pengiriman uang dari PT Anugrah Nusantara sebesar 200.000 USD dan 100.000 USD.
Sebelumnya, Ibas membantah isu tersebut. Menurut Ibas, informasi yang bergulir seperti lagu lama yang kembali dimainkan. "Ini seperti lagu lama yang diulang-ulang, sehingga saya terpaksa harus mengulangi dan menegaskan kembali bahwa saya tidak mengetahui apa pun terkait dengan tudingan tersebut," ujarnya beberapa waktu lalu.
"Sampai hari ini tidak ada rencana," ujar Juru Bicara (Jubir) KPK, Johan Budi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2013).
KPK beralasan, karena hingga saat ini belum memerlukan keterangan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat itu terkait kasus tersebut. "Alasannya, ya tidak dibutuhkan," pungkasnya.
Seperti diketahui, nama Ibas kembali disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera di dokumen yang diduga milik direktur keuangan PT Anugerah, Yulianis.
Dokumen ini beredar di kalangan wartawan. Dari dokumen yang diduga merupakan rekap data keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas disebut menerima uang USD 900.000.
Aliran dana dari PT Anugerah Nusantara ke Ibas dilakukan melalui empat kali pengiriman. Pertama, Pada tanggal 29 April 2010. Ibas menerima kiriman uang sebanyak dua kali yakni USD 500.000 dan USD 100.000.
Kedua, pada tanggal 30 April 2010 Ibas menerima dua kali pengiriman uang dari PT Anugrah Nusantara sebesar 200.000 USD dan 100.000 USD.
Sebelumnya, Ibas membantah isu tersebut. Menurut Ibas, informasi yang bergulir seperti lagu lama yang kembali dimainkan. "Ini seperti lagu lama yang diulang-ulang, sehingga saya terpaksa harus mengulangi dan menegaskan kembali bahwa saya tidak mengetahui apa pun terkait dengan tudingan tersebut," ujarnya beberapa waktu lalu.
(maf)