KPK Panggil Ibas bukan soal berani atau tidak
Senin, 04 Maret 2013 - 08:28 WIB
KPK Panggil Ibas bukan soal berani atau tidak
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menampik, jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikatakan tidak berani untuk memanggil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) soal kasus Hambalang.
"Bukan soal berani atau tidak berani saya rasa. Ada Bukti atau tidak sehubungan tuduhan tersebut," kata Didi kepada Sindonews, Senin (4/3/2013).
Putra dari menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Amir Syamsuddin itu mengatakan, KPK akan menjalankan fungsinya sebagai lembaga hukum ketika sudah ada alat bukti yang mengharuskan lembaga itu bekerja.
"KPK bekerja tentu berdasarkan bukti dan fakta hukum. Jadi bukan soal berani atau tidak berani," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin menuding, putra bungsu Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) itu terima uang hasil korupsi proyek hambalang.
Bahkan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga mengiyakan tudingan Nazaruddin tersebut. bahkan, Anas menyebut Menteri Hukum dan HAm (Menkum HAM) Amir Syamsuddin lebih mengetahui hal itu.
"Bukan soal berani atau tidak berani saya rasa. Ada Bukti atau tidak sehubungan tuduhan tersebut," kata Didi kepada Sindonews, Senin (4/3/2013).
Putra dari menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Amir Syamsuddin itu mengatakan, KPK akan menjalankan fungsinya sebagai lembaga hukum ketika sudah ada alat bukti yang mengharuskan lembaga itu bekerja.
"KPK bekerja tentu berdasarkan bukti dan fakta hukum. Jadi bukan soal berani atau tidak berani," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin menuding, putra bungsu Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) itu terima uang hasil korupsi proyek hambalang.
Bahkan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga mengiyakan tudingan Nazaruddin tersebut. bahkan, Anas menyebut Menteri Hukum dan HAm (Menkum HAM) Amir Syamsuddin lebih mengetahui hal itu.
(mhd)