Sutan imbau Komisi III DPR tak urusi Ibas
Sabtu, 02 Maret 2013 - 19:13 WIB
Sutan imbau Komisi III DPR tak urusi Ibas
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menyesalkan sikap Komisi III DPR RI yang dinilainya telah mengintervensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait desakan agar mengusut kebenaran aliran dana kepada Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
"Lucu gitu, keliatan desakan itu politis sekali," ujar Sutan ketika dihubungi, Sabtu (2/3/2013).
Ketua Komisi VII DPR RI ini meyakini, sikap orang dari Komisi III yang mendesak KPK itu berlatar belakang politik. Jika semangatnya untuk pemberantasan korupsi, Komisi III harusnya bisa menyoroti kasus-kasus lain yang hingga kini dibiarkan.
"Sorotilah kasus-kasus lain, pencurian ikan di laut perbatasan, illegal logging, itu kan bagian dari tugas Komisi III," ujarnya.
Seperti diketahui, Komisi III DPR RI mendesak KPK agar menindaklanjuti temuan bukti dan keterangan beberapa pihak soal adanya aliran dana ke putera bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakni Ibas.
Lembaran-lembaran kertas berisi jumlah nominal tertentu yang dikatakan telah mengalir ke kantong Ibas belakangan ini beredar. Dana itu berasal dari Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin.
"Lucu gitu, keliatan desakan itu politis sekali," ujar Sutan ketika dihubungi, Sabtu (2/3/2013).
Ketua Komisi VII DPR RI ini meyakini, sikap orang dari Komisi III yang mendesak KPK itu berlatar belakang politik. Jika semangatnya untuk pemberantasan korupsi, Komisi III harusnya bisa menyoroti kasus-kasus lain yang hingga kini dibiarkan.
"Sorotilah kasus-kasus lain, pencurian ikan di laut perbatasan, illegal logging, itu kan bagian dari tugas Komisi III," ujarnya.
Seperti diketahui, Komisi III DPR RI mendesak KPK agar menindaklanjuti temuan bukti dan keterangan beberapa pihak soal adanya aliran dana ke putera bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakni Ibas.
Lembaran-lembaran kertas berisi jumlah nominal tertentu yang dikatakan telah mengalir ke kantong Ibas belakangan ini beredar. Dana itu berasal dari Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin.
(lns)