Anas gembira punya sahabat yang terus bersimpati
Kamis, 28 Februari 2013 - 01:37 WIB
Anas gembira punya sahabat yang terus bersimpati
A
A
A
Sindonews.com - Sejak mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengaku hari-harinya dihabiskan di rumah. Terlebih, sejak dirinya dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setiap hari banyak tamu yang datang ke rumahnya.
"Biasanya rumah selalu ramai tamu, tapi sekarang ini lebih ramai lagi, tidak pernah sepi, tamu sampai jam satu sampai jam dua dinihari, pas masih di Demokrat, full juga, tapi biasanya jam 10 jam 11 pagi ada kegiatan, pulang jam 10 malam, lalu ada tamu sampai jam 1 sampai jam 2 dinihari," cerita Anas saat berbincang dengan Sindo Radio, di rumahnya, Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013).
Anas mengaku senang teman, sahabat, kerabatnya datang ke rumah. Itu membuatnya tidak sepi dan tidak kesepian, juga tidak merasa sendiri dan tidak merasa sendirian.
Kehadiran Sindo Radio ke rumahnya pun disambut dengan terbuka. Demikian pula respon keluarga Anas yang datang dari Blitar Jawa Timur yang kebetulan berada di sana.
Anas mengakui saat ini dirinya berada dalam kondisi sulit. Pada kondisi sulit yang dihadapinya itu mana sahabat mana teman mana yang bukan sahabat dan bukan teman akan teruji.
"Kalau saudara dihubungan dengan darah, tapi ada saudara yang tidak dihubungan dengan darah, sahabat itu saudara yang tidak diikat dengan darah, untuk jadi sahabat itu sulit, butuh proses, dan teruji pada saat-saat sulit seperti ini," tukas Anas.
Lanjut Anas, memang terkadang sulit untuk mempersepsikan mana sahabat mana bukan sahabat. Itulah pentingnya sahabat, ketika dirinya dalam kondisi seperti saat ini, sahabat akan berdatangan memberikan dukungan.
"Biasanya rumah selalu ramai tamu, tapi sekarang ini lebih ramai lagi, tidak pernah sepi, tamu sampai jam satu sampai jam dua dinihari, pas masih di Demokrat, full juga, tapi biasanya jam 10 jam 11 pagi ada kegiatan, pulang jam 10 malam, lalu ada tamu sampai jam 1 sampai jam 2 dinihari," cerita Anas saat berbincang dengan Sindo Radio, di rumahnya, Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013).
Anas mengaku senang teman, sahabat, kerabatnya datang ke rumah. Itu membuatnya tidak sepi dan tidak kesepian, juga tidak merasa sendiri dan tidak merasa sendirian.
Kehadiran Sindo Radio ke rumahnya pun disambut dengan terbuka. Demikian pula respon keluarga Anas yang datang dari Blitar Jawa Timur yang kebetulan berada di sana.
Anas mengakui saat ini dirinya berada dalam kondisi sulit. Pada kondisi sulit yang dihadapinya itu mana sahabat mana teman mana yang bukan sahabat dan bukan teman akan teruji.
"Kalau saudara dihubungan dengan darah, tapi ada saudara yang tidak dihubungan dengan darah, sahabat itu saudara yang tidak diikat dengan darah, untuk jadi sahabat itu sulit, butuh proses, dan teruji pada saat-saat sulit seperti ini," tukas Anas.
Lanjut Anas, memang terkadang sulit untuk mempersepsikan mana sahabat mana bukan sahabat. Itulah pentingnya sahabat, ketika dirinya dalam kondisi seperti saat ini, sahabat akan berdatangan memberikan dukungan.
(lns)