Ini penjelasan Anas terkait Toyota Harrier
Rabu, 27 Februari 2013 - 13:18 WIB
Ini penjelasan Anas terkait Toyota Harrier
A
A
A
Sindonews.com - Anas Urbaningrum membantah dengan keras, jika mobil Toyota Harrier yang dimilikinnya berasal dari PT Adhi Karya terkait kasus Hambalang.
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menjelaskan, mobil Toyota Harrier itu dibeli pada 12 September 2009 dan pada saat ini dirinya tidak punya status sebagai penyelenggara negara atau menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Pertama, Begini y, soal itu sederhana sebetulnya. Saya dilantik jadi anggota DPR periode 2009-2014, itu tanggal 1 Oktober 2009. Jadi mobil Harrier itu mulai saya terima dan saya pakai tanggal 12 September 2009," ucap Anas, seperti dikutip Sindonews dari hasil wawancara khusus RCTI, Rabu (27/2/2013) dini hari.
Lalu, politikus kelahiran di Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969 ini mengatakan, mobil tersebut bukan dari hasil pemberian dengan uangnya sendiri.
"Kedua, mobil itu juga bukan pemberian, itu mobil yang saya beli dengan memberikan DP (down payment/uang muka), sisanya ditalangi. Itu sudah dijelaskan secara lengkap oleh lawyer saya soal itu," ungkapnya.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini melanjutkan, adanya mobil itu, jauh sebelum Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dijabat Andi Alfian Mallarangeng.
"Ketiga dari segi waktu 12 September itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat itu belum Pak Andi Mallarangeng. Menterinya masih yang lama, Pak Adhyaksa Dault. Jadi belum terkait dengan proyek Hambalang, kasus yang dihebohkan," tegasnya.
Karena itu, dia mempertanyakan, apa kaitannya kasus Hambalang dengan mobil Toyota Harrier yang dimikinya itu.
"Bagaimana dengan kaitan peristiwa 12 September dengan proyek Hambalang yang menurut KPK terkait Menpora Andi Mallarangeng. Jadi sebetulnya persoalan ini sederhana. Tetapi biarlah itu proses hukum yang berjalan," pungkasnya.
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menjelaskan, mobil Toyota Harrier itu dibeli pada 12 September 2009 dan pada saat ini dirinya tidak punya status sebagai penyelenggara negara atau menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Pertama, Begini y, soal itu sederhana sebetulnya. Saya dilantik jadi anggota DPR periode 2009-2014, itu tanggal 1 Oktober 2009. Jadi mobil Harrier itu mulai saya terima dan saya pakai tanggal 12 September 2009," ucap Anas, seperti dikutip Sindonews dari hasil wawancara khusus RCTI, Rabu (27/2/2013) dini hari.
Lalu, politikus kelahiran di Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969 ini mengatakan, mobil tersebut bukan dari hasil pemberian dengan uangnya sendiri.
"Kedua, mobil itu juga bukan pemberian, itu mobil yang saya beli dengan memberikan DP (down payment/uang muka), sisanya ditalangi. Itu sudah dijelaskan secara lengkap oleh lawyer saya soal itu," ungkapnya.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini melanjutkan, adanya mobil itu, jauh sebelum Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dijabat Andi Alfian Mallarangeng.
"Ketiga dari segi waktu 12 September itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat itu belum Pak Andi Mallarangeng. Menterinya masih yang lama, Pak Adhyaksa Dault. Jadi belum terkait dengan proyek Hambalang, kasus yang dihebohkan," tegasnya.
Karena itu, dia mempertanyakan, apa kaitannya kasus Hambalang dengan mobil Toyota Harrier yang dimikinya itu.
"Bagaimana dengan kaitan peristiwa 12 September dengan proyek Hambalang yang menurut KPK terkait Menpora Andi Mallarangeng. Jadi sebetulnya persoalan ini sederhana. Tetapi biarlah itu proses hukum yang berjalan," pungkasnya.
(maf)