Eva: Kemenkum HAM jangan suguhi pertunjukan tak profesional

Rabu, 27 Februari 2013 - 06:28 WIB
Eva: Kemenkum HAM jangan...
Eva: Kemenkum HAM jangan suguhi pertunjukan tak profesional
A A A
Sindonews.com - Muncul dugaan penyitaan paspor milik mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum karena adanya intervensi oleh pihak tertentu. Pasalnya, tindakan yang sama tak pernah dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi terhadap politikus lainnya yang masuk daftar cegah.

Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari berharap, penanganan kasus Anas berjalan tanpa politisasi hukum atau kasus oleh semua pihak termasuk Kemenkum HAM.

Menurutnya, birokrasi harus melayani semua warga negara tanpa diskriminasi meski Menteri Hukum dan HAM maupun Wakil Menteri Hukum dan HAM pro terhadap Presiden.

"Jangan masyarakat disuguhi pertunjukan dan sikap yang tidak proporsional, sehingga penegakan hukum berjalan wajar dan fair," ujarnya kepada Sindonews, Rabu (27/2/2013)

Politikus PDIP ini meminta masyarakat tidak berprasangka buruk terlebih dahulu. Ia pun meminta, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kepada publik apa yang menjadi alasan penyitaan paspor Anas.

"Kita tunggu apa alasan utama penyitaan paspor tersebut. Apa karena laporan intel bahwa AU akan melarikan diri? Yang bisa menjelaskan adalah penyidik, karena Kemenkumham melasanakan penahanan paspor atas permintaan penyidik. Kita tunggu penjelasan penyidik atau humas KPK, alasan permintaan penahanan paspor tersebut," ujarnya

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, penyitaan paspor milik Anas diduga karena adanya intervensi oleh pihak tertentu. Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Maryoto mengatakan, pengambilan paspor langsung ke rumah Anas, sudah berdasarkan prosedur dan ketetapan (protap). Kedatangan petugas Imigrasi itu sesuai aturan. Pengambilan paspor pasti dilakukan terhadap seseorang yang dicegah berpergian ke luar negeri.

"Tidak benar. Itu memang SOP-nya sudah seperti itu," terang Maryoto saat dihubungi Sindonews, Selasa (26/2/2013).
(kri)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Bebas dari Lapas Sukamiskin,...
Bebas dari Lapas Sukamiskin, Anas Urbaningrum Langsung Sampaikan Pidato Ini
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved