Setelah PKS, PKB & PPP jadi target Demokrat selanjutnya
Jum'at, 22 Februari 2013 - 16:58 WIB
Setelah PKS, PKB & PPP jadi target Demokrat selanjutnya
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens mengungkapkan, Partai Demokrat sebagai partai politik (Parpol) yang elektabilitasnya menurun drastis akan mencari cara untuk meningkatkan elektabilitas partainya termasuk dengan menyerang parpol lainnya.
Dia mengatakan, ada dua parpol yang bisa menjadi korban Partai Demokrat selanjutnya yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kesatuan Bangsa (PKB).
"Makanya saya yakin saat ini Menteri Muhaimin Iskandar, Suryadharma Ali tidak akan bisa tidur tenang, karena Demokrat akan mencari korban dari partai demi mendongkrak kembali suara mereka," kata Boni kepada wartawan dalam diskusi 'Menakar Kinerja Menteri di Tahun Politik' di Warung Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2013).
Karena itu, maka dirinya menilai wajar jika akhirnya menteri dari parpol tidak fokus bekerja di akhir masa jabatannya karena tengah berupaya mengamankan elektabilitas mereka dari lawan politiknya.
"Menteri akan sibuk dengan partainya, mereka akan mobilisasi untuk meningkatkan elektabilitas partainya. Tujuan ini juga untuk menyelamatkan partai dan tetap untuk mendongkrak suara mereka."
"Semua menteri punya masalah masing-masing, Menakertrans dengan TKI-nya, Menpora dengan mafia Bola, Menteri Agama dengan masalah korup di kementeriannya, harus selesai tahun ini," sambungnya.
Menurut dia, salah satu cara agar membuat rakyat bisa menilai ialah peranan media dalam mengawal dinamika politik di tahun 2013. Sehingga, pada Pemilu yang akan datang mereka tidak salah dalam memilih pemimpin yang mengutamakan partai ketimbang rakyat.
"Sekarang yang terpenting ini adalah peran media, media yang akan memberikan semuanya," tandasnya.
Dia mengatakan, ada dua parpol yang bisa menjadi korban Partai Demokrat selanjutnya yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kesatuan Bangsa (PKB).
"Makanya saya yakin saat ini Menteri Muhaimin Iskandar, Suryadharma Ali tidak akan bisa tidur tenang, karena Demokrat akan mencari korban dari partai demi mendongkrak kembali suara mereka," kata Boni kepada wartawan dalam diskusi 'Menakar Kinerja Menteri di Tahun Politik' di Warung Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2013).
Karena itu, maka dirinya menilai wajar jika akhirnya menteri dari parpol tidak fokus bekerja di akhir masa jabatannya karena tengah berupaya mengamankan elektabilitas mereka dari lawan politiknya.
"Menteri akan sibuk dengan partainya, mereka akan mobilisasi untuk meningkatkan elektabilitas partainya. Tujuan ini juga untuk menyelamatkan partai dan tetap untuk mendongkrak suara mereka."
"Semua menteri punya masalah masing-masing, Menakertrans dengan TKI-nya, Menpora dengan mafia Bola, Menteri Agama dengan masalah korup di kementeriannya, harus selesai tahun ini," sambungnya.
Menurut dia, salah satu cara agar membuat rakyat bisa menilai ialah peranan media dalam mengawal dinamika politik di tahun 2013. Sehingga, pada Pemilu yang akan datang mereka tidak salah dalam memilih pemimpin yang mengutamakan partai ketimbang rakyat.
"Sekarang yang terpenting ini adalah peran media, media yang akan memberikan semuanya," tandasnya.
(kri)