Tak mungkin pimpinan KPK bocorkan sprindik

Jum'at, 22 Februari 2013 - 00:47 WIB
Tak mungkin pimpinan...
Tak mungkin pimpinan KPK bocorkan sprindik
A A A
Sindonews.com - Bocornya draf surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait dugaan korupsi proyek Sport Center Hambalang di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup mengagetkan banyak pihak.

Terlebih, pihak KPK mengakui, draf sprindik yang beredar di masyarakat melalui media massa itu benar berasal dari KPK.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo tidak percaya jika bocornya draf sprindik itu adanya unsur kesengajaan.

"Sampai detik ini, saya termasuk orang yang tidak pecaya kalau ada unsur kesengajaan pembocoran soal sprindik itu," tegas pria akrab disapa Bamsoet ini kepada Sindonews, Jumat (22/2/2013).

Apalagi jika tudingan kebocoran berada di level pimpinan KPK, Bamsoet menilai itu tidak mungkin terjadi. "Apalagi dilakukan oleh pimpinan KPK, saya tidak percaya, maka itu saya tidak mau berspekulasi," tegasnya lagi.

Dirinya tidak bisa berspekulasi, mengingat yang beredar di publik selama ini hanyalah bentuk foto, bukan lembaran asli atau copyan draf sprindik tersebut.

Diberitakan sebelumnya, KPK mengakui jika draf sprindik yang beredar di masyarakat melalui media massa benar berasal dari KPK. Namun, KPK belum mengetahui, bagaimana draf itu bisa keluar dan siapa yang membocorkannya.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, tim investigasi mengusulkan kepada pimpinan KPK segera menindaklanjuti hasil temuan tersebut, dengan membentuk Komite Etik.

"Tetapi, pembentukan komite etik bukan berarti sudah ada kesimpulan bahwa ada pembocor dari KPK," ungkap Johan dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 21 Februari 2013.

Komite etik juga dibuat lanjut Johan bukan karena diduga kesalahan ada pada level pimpinan. Namun, karena besarnya ruang lingkup dugaan kesalahan bocornya dokumen tersebut.

"Jadi nanti penelusuran akan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya unsur pegawai, tapi juga pimpinan KPK," jelas Johan.
(lns)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved