Busyro: KPK jangan didesak usut Hambalang
Rabu, 20 Februari 2013 - 19:09 WIB
Busyro: KPK jangan didesak usut Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak eksternal tidak mendesak lembaga antikorupsi itu dalam penanganan kasus Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Karena, desakan pihak eskternal bisa menjadikan problem bagi KPK untuk lebih independen menyelesaikan kasus yang menyeret Muhammad Nazaruddin, Andi Mallarangeng, serta Angelina Sondakh itu.
"Kendalanya, kalau terus didesak publik. Padahal, KPK itu tidak boleh dikejar-kejar dalam pengusutan perkara," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2013).
Busyro mengatakan, seluruh elemen KPK termasuk kelima pimpinan KPK sudah menyatukan pandangannya terkait kasus Hambalang. Tetapi, hal itu tetap mengutamakan hasil penyidikan untuk melakukan gelar perkara kasus tersebut.
"Jadi jangan khawatir, karna niatnya sudah sama (pimpinan KPK)," tandas mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu.
Sebelumnya, banyak pihak yang mengharapkan agar KPK segera menuntaskan kasus yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tersebut.
Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat meminta agar KPK segera memberikan kejelasan terhadap status Anas tersebut.
Karena, desakan pihak eskternal bisa menjadikan problem bagi KPK untuk lebih independen menyelesaikan kasus yang menyeret Muhammad Nazaruddin, Andi Mallarangeng, serta Angelina Sondakh itu.
"Kendalanya, kalau terus didesak publik. Padahal, KPK itu tidak boleh dikejar-kejar dalam pengusutan perkara," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2013).
Busyro mengatakan, seluruh elemen KPK termasuk kelima pimpinan KPK sudah menyatukan pandangannya terkait kasus Hambalang. Tetapi, hal itu tetap mengutamakan hasil penyidikan untuk melakukan gelar perkara kasus tersebut.
"Jadi jangan khawatir, karna niatnya sudah sama (pimpinan KPK)," tandas mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu.
Sebelumnya, banyak pihak yang mengharapkan agar KPK segera menuntaskan kasus yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tersebut.
Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat meminta agar KPK segera memberikan kejelasan terhadap status Anas tersebut.
(mhd)