Tersandung suap, PKS harus kembalikan slogan bersih
Selasa, 19 Februari 2013 - 07:31 WIB
Tersandung suap, PKS harus kembalikan slogan bersih
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disarankan, untuk tidak lagi menggembar-gemborkan adanya konspirasi dalam kasus suap-menyuap impor daging, yang menyeret mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Zulfikar Ghazali mengungkapkan, Presiden PKS saat ini, Anis Matta, sebaiknya fokus dalam pembenahan internal partai.
"Yang harus dilakukan Anis Matta adalah mengembalikan slogan PKS, jujur, bersih, adil, itu yang harus diatasi Anis Matta," ucapnya, saat dihubungi Sindonews, Selasa (19/2/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini bukan hanya PKS saja yang tersandung korupsi. Menurutnya, hampir semua kader partai, terlibat dalam kasus korupsi. Karena perlu diakui, uang hasil korupsi itu, digunakan untuk operasional partai.
"Sekarang semua partai korup, mereka pasti melakukan hal itu (korupsi), untuk operasional partai. Karena mau uang dari mana lagi mereka untuk menggerakkan partai," pungkasnya.
Wakil Ketua DPR, yang juga politikus PKS, Sohibul Iman menilai wajar, jika partainya menyebut adanya konspirasi dalam kasus impor daging, selama mereka tidak menunjuk siapa dalang di balik semua konspirasi itu.
"Dunia politik biasanya dunia konspirasi, dan itu netral selama tidak menunjuk. Dan dalam dunia politik kata-kata konspirasi biasa," jelasnya dalam diskusi Sindo Radio bertema 'Prahara Karena Sapi' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Februari 2013.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Zulfikar Ghazali mengungkapkan, Presiden PKS saat ini, Anis Matta, sebaiknya fokus dalam pembenahan internal partai.
"Yang harus dilakukan Anis Matta adalah mengembalikan slogan PKS, jujur, bersih, adil, itu yang harus diatasi Anis Matta," ucapnya, saat dihubungi Sindonews, Selasa (19/2/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini bukan hanya PKS saja yang tersandung korupsi. Menurutnya, hampir semua kader partai, terlibat dalam kasus korupsi. Karena perlu diakui, uang hasil korupsi itu, digunakan untuk operasional partai.
"Sekarang semua partai korup, mereka pasti melakukan hal itu (korupsi), untuk operasional partai. Karena mau uang dari mana lagi mereka untuk menggerakkan partai," pungkasnya.
Wakil Ketua DPR, yang juga politikus PKS, Sohibul Iman menilai wajar, jika partainya menyebut adanya konspirasi dalam kasus impor daging, selama mereka tidak menunjuk siapa dalang di balik semua konspirasi itu.
"Dunia politik biasanya dunia konspirasi, dan itu netral selama tidak menunjuk. Dan dalam dunia politik kata-kata konspirasi biasa," jelasnya dalam diskusi Sindo Radio bertema 'Prahara Karena Sapi' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Februari 2013.
(maf)