Kader Golkar panik ditanya 'rapat setengah kamar' Hambalang
Senin, 11 Februari 2013 - 23:38 WIB
Kader Golkar panik ditanya 'rapat setengah kamar' Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar, Rully Chairul Azwar ketakutan ketika dikonfirmasi mengenai apakah pihaknya pernah melakukan 'rapat setengah kamar' dalam pembahasan anggaran untuk proyek pembangunan sport center, Hambalang, Jawa Barat.
Rully yang menjalani pemeriksaan selama hampir 12 jam itu pun langsung menunjukan mimik muka kekhawatiran saat diberikan pertanyaan tersebut. Dia bahkan mengeluarkan celetukan yang menandakan dirinya sudah gugup dan tidak lagi konsterasi memberikan jawaban.
"Soalnya diginiin kayak tersangka," kata Ruly sesaat sebelum meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Senin (11/2/2013).
Dalam pemeriksaan hari ini, Ruly juga mengaku dicecar soal pembahasan anggaran Hambalang. Mengikuti jejak Koster, Rully juga mengaku jika komisi X tak membahas anggaran multi years.
"Tidak ada dibahas dalam proses anggaran," kilahnya.
Rully bahkan mengklaim, pembahasan anggaran Hambalang di DPR berjalan dengan normatif dan tidak ada kejanggalan.Padahal, sampai saat ini pembengkakan dana proyek yang berubah dari single years menjadi multi years masih menjadi pertanyaan besar di banyak kalangan.
"Semua proses berjalan normatif, plus anggaran, berjalan baik dan tidak ada apa-apa," tegasnya.
Rully yang menjalani pemeriksaan selama hampir 12 jam itu pun langsung menunjukan mimik muka kekhawatiran saat diberikan pertanyaan tersebut. Dia bahkan mengeluarkan celetukan yang menandakan dirinya sudah gugup dan tidak lagi konsterasi memberikan jawaban.
"Soalnya diginiin kayak tersangka," kata Ruly sesaat sebelum meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Senin (11/2/2013).
Dalam pemeriksaan hari ini, Ruly juga mengaku dicecar soal pembahasan anggaran Hambalang. Mengikuti jejak Koster, Rully juga mengaku jika komisi X tak membahas anggaran multi years.
"Tidak ada dibahas dalam proses anggaran," kilahnya.
Rully bahkan mengklaim, pembahasan anggaran Hambalang di DPR berjalan dengan normatif dan tidak ada kejanggalan.Padahal, sampai saat ini pembengkakan dana proyek yang berubah dari single years menjadi multi years masih menjadi pertanyaan besar di banyak kalangan.
"Semua proses berjalan normatif, plus anggaran, berjalan baik dan tidak ada apa-apa," tegasnya.
(rsa)