Jadi pejabat negara, harus berhenti loyal terhadap partai

Minggu, 10 Februari 2013 - 02:41 WIB
Jadi pejabat negara,...
Jadi pejabat negara, harus berhenti loyal terhadap partai
A A A
Sindonews.com - Seorang pemimpin partai atau kader yang telah terpilih menjadi pejabat negara harus fokus melayani rakyat, dan berhenti loyal terhadap partainya. Hal itu harus menjadi konsekuensi logis yang dijalani pemimpin partai yang terpilih menjadi pejabat.

"Sesuai adegium, pemimpin harus serve the country, loyalitas partai berakhir. Tak boleh ambil kepentingan negara untuk loyalitas partai. Rumusannya harus the loyalty to the party ends, when the country begins," tutur Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Balairung Universitas Indonesia (UI), Sabtu (9/2/2013).

JK menegaskan, pemimpin harus memiliki konsistensi perhatian terhadap negara. Ia pun memberi tips pemimpin partai yang menjadi pejabat negara hanya boleh sedikit meluangkan waktu memikirkan partai.

"Saya harap begitu, soal waktu tersita pastilah. Saya juga pernah menjadi ketua partai. Saya hanya kerja untuk partai malam - malam, saya dulu begitu," ungkapnya.

Saat disinggung terkait pemilu 2014, JK banyak menghindar. Ia enggan menyatakan siap maju sebagai capres ataupun cawapres.

"2014 nantilah itu, saya belum berpikir kesana dulu," tukasnya.

Seperti diketahui, satu tahun menjelang Pemilu 2014, para pejabat negara seperti menteri hingga presiden disibukkan dengan urusan partai politik, sementara waktu untuk melayani rakyat banyak tersita.

Sejumlah pengamat bahkan menyarankan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil cuti agar fokus mengurusi masalah Partai Demokrat.
(lns)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Infografis
Setelah Ukraina, Negara...
Setelah Ukraina, Negara NATO Ini Jadi Target Rusia Berikutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved