KNPI menilai SBY tidak memberikan pendidikan politik

Sabtu, 09 Februari 2013 - 19:26 WIB
KNPI menilai SBY tidak...
KNPI menilai SBY tidak memberikan pendidikan politik
A A A
Sindonews.com - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak memberikan pembelajaran politik yang baik kepada rakyatnya.

Hal itu terkait dengan keputusan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu untuk mengambil alih kendali partai dan mutlak dijalankan oleh seluruh kader Demokrat.

"Pantas saja Demokrasi dan politik Indonesia tidak berjalan maksimal, karena presidennya sendiri sebagai pembina partai saja tidak taat pada aturan main organisasinya," ucap Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI Syamsul Rizal kepada Sindonews melalui pesan singkatnya, Sabtu (9/2/2013).

Karena itu Syamsul pesimis, jika perkembangan demokrasi di Indonesia akan semakin baik di bawah kepemimpinan Presiden SBY. "Bagaimana bicara demokrasi sebuah negara yang dipimpin baik, kalau SBY sendiri tidak menjalankan asas demokrasi itu sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menganggap SBY telah gagal membangun demokrasi santun yang berasaskan nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Padahal, kata dia, SBY selain sebagai kepala Negara juga sebagai Pembina Politik Nasional.

Lebih lanjut ia menuturkan, kediktatoran SBY terhadap Partai Demokrat terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang konstitusional, saat ini merupakan praktik politik kekuasaan SBY.

"Tidak jauh beda masalah yang menimpa Ketua umum Partai Demokrat dengan Presiden PKS juga elite politik lain yang dibunuh karakternya melalu cara-cara politik kampanye dan kriminalisasi hukum," pungkasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, SBY menyatakan mengambil alih seluruh kendali partai berlambang mercy ini. Katanya, keputusan Majelis Tinggi Partai mutlak dijalankan oleh seluruh kader.

Dia pun secara tegas mempersilakan siapapun kader Partai Demokrat keluar, jika ada yang tak suka dengan kebijakannya dalam penyelamatan partai.

"Dan yang tidak menjalankan akan diberikan sanksi tegas. Termasuk yang tidak nyaman dengan kondisi elektabilitas Partai Demokrat sekarang ini, dan atau yang tidak suka dengan kebijakan penyelamatan partai yang dipimpin ketua Majelis Tinggi partai. Kita silahkan meninggalkan partai," ujar SBY dalam konferensi pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat 8 Februari 2013, malam.
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved