KPK terus telisik keterlibatan Mentan Suswono
Rabu, 06 Februari 2013 - 12:38 WIB
KPK terus telisik keterlibatan Mentan Suswono
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum dapat memastikan keterlibatan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono dalam dugaan penyalahgunaan wewenang pada kasus suap impor daging di Kementerian Pertanian (Kementan).
Menurut Ketua KPK Abraham Samad, hingga saat ini lembaganya masih mendalami kasus impor daging sapi dan belum bisa memastikan adanya dugaan keterlibatan Mentan Suswono.
"Kita lihat saja," jelas Abraham kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2013).
Terkait adanya rekaman pembicaraan tersangka dugaan kasus suap pada permasalahan yang sama, Luthfi Hasan Ishaaq dengan Suswono, KPK pun akan menjadikan bukti pada jalannya proses persidangan.
"Jadi masalah rekaman, menjadi bagian strategi penyidikan, dan akan dibuka di persidangan," tegasnya.
Tak hanya di Kementan, namun KPK juga akan mencari informasi lebih jauh terkait kasus suap kuota impor daging sapi melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Abraham pun berharap dari Kemendag mendapat keterangan baru untuk membuka jalan siapa saja yang terlibat dalam kasus itu selain tiga orang yang kini telah ditetapkan sebagi tersangka.
"Insya Allah, bisa memberikan keterangan yang bisa membuka kasus ini," pungkasnya.
Menurut Ketua KPK Abraham Samad, hingga saat ini lembaganya masih mendalami kasus impor daging sapi dan belum bisa memastikan adanya dugaan keterlibatan Mentan Suswono.
"Kita lihat saja," jelas Abraham kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2013).
Terkait adanya rekaman pembicaraan tersangka dugaan kasus suap pada permasalahan yang sama, Luthfi Hasan Ishaaq dengan Suswono, KPK pun akan menjadikan bukti pada jalannya proses persidangan.
"Jadi masalah rekaman, menjadi bagian strategi penyidikan, dan akan dibuka di persidangan," tegasnya.
Tak hanya di Kementan, namun KPK juga akan mencari informasi lebih jauh terkait kasus suap kuota impor daging sapi melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Abraham pun berharap dari Kemendag mendapat keterangan baru untuk membuka jalan siapa saja yang terlibat dalam kasus itu selain tiga orang yang kini telah ditetapkan sebagi tersangka.
"Insya Allah, bisa memberikan keterangan yang bisa membuka kasus ini," pungkasnya.
(lns)