Politikus jadi menteri, otomatis sudah milik negara

Selasa, 05 Februari 2013 - 08:26 WIB
Politikus jadi menteri,...
Politikus jadi menteri, otomatis sudah milik negara
A A A
Sindonews.com - Jelang Pemilu 2014, menteri asal partai politik (Parpol) sudah tidak fokus lagi dengan kerjanya sebagai pelayan masyarakat. Jika menteri yang mengedepankan partainya ketimbang urusan masyarakat, itu bukanlah contoh yang baik, dan tak perlu untuk ditiru.

"Ya ini memang contoh perilaku pejabat negara yang tidak baik, yang tidak bisa menempatkan dirinya sebagai pejabat negara yang concern pada kepentingan rakyat," kata Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Iding R Hasan kepada Sindonews, Selasa (5/1/2013).

Menurutnya, ketika politikus sudah menduduki jabatan seorang menteri, secara otomatis dia itu bukan lagi milik parpol. Tapi milik warga negara Indonesia, karena menteri merupakan pembantu presiden dan pelayan masyarakat.

"Seharusnya mereka tidak lagi memikirkan kepentingan partainya, karena sudah menjadi milik seluruh rakyat atau bangsa," ujarnya.

Sebelumnya, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia Budiatna mengatakan, tak dapat dimungkiri lagi, menteri yang berasal dari partai politik (Parpol) akan mencari dana sebanyak-banyaknya untuk kemenangan partainya di Pemilu 2014, dibanding untuk menuntaskan programnya sebagai menteri.

"Sekarang para menteri hanya memikirkan dan konsentrasi ke politik serta ke partainya mencari dana untuk Pemilu 2014," katanya saat berbincang dengan Sindonews, Selasa (5/2/2013).

Karena, menurutnya, banyak menteri yang beranggapan kalau jabatan di pemerintahan itu ada batasannya. Sedangkan di parpol tidak ada, selama dia belum keluar dari parpol, dia akan tetap diakui sebagai kader parpol.

"Karena, kalau di kabinet itu jabatannya terbatas, sedangkan kalau di partai politik kan tidak. Selagi dia betah, (dia) masih kader partai dia akan tetap di partai politik itu. Di tahun 2014 mendatang semuanya juga akan berakhir, tapi kalau di partai kan tidak," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Reshuffle Kabinet Diyakini...
Reshuffle Kabinet Diyakini Mampu Genjot Kinerja
Persepi Sebut Opini...
Persepi Sebut Opini Publik Tak Sepenuhnya Jadi Ukuran Kinerja Kementerian
Perombakan Kabinet Dinilai...
Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional
Perbaiki Kinerja Kabinet,...
Perbaiki Kinerja Kabinet, Relawan Jokowi Dorong Reshuffle
Reshuffle Kabinet Harus...
Reshuffle Kabinet Harus Berbasis Kinerja, Bukan Letupan Politik
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved