Abraham sudah tidak pernah bertemu Presiden PKS
Senin, 04 Februari 2013 - 15:08 WIB
Abraham sudah tidak pernah bertemu Presiden PKS
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad membantah, dirinya pernah melakukan pertemuan dengan Anis Matta sebelum lengsernya Luthfi Hasan Ishaaq dari posisi Presiden PKS.
Dengan tegas dia menyatakan, sama sekali tidak ada konspirasi yang sengaja dibuat dan berkaitan dengan isu pencalonan dirinya sebagai pengganti Anis Mata di DPR.
“Saya tegaskan, sebelum penangkapan (Luthfi Hasan Ishaaq), tidak ada perjanjian atau deal-deal yang dibangun. Saya sendiri sudah tidak pernah ketemu Anis Matta sejak menjadi Ketua KPK," kata Abraham, saat dihubungi wartawan, Senin (4/2/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, jika dilihat dari sejarah Samad, dia memiliki ikatan sejarah dengan partai yang saat ini dipimpin oleh M Anis Matta. Diketahui, Samad merupakan kader PKS sebelum dirinya menjabat sebagai Ketua KPK
"Saat mengajukan sebagai Ketua KPK, sudah mengundurkan diri mungkin. Yang pasti sudah tidak di PKS," Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PKS Bidang Buruh, Petani dan Nelayan, Martri Agoeng kepada Sindonews, Jumat 1 Februari 2013.
Diketahui, pemberitaan tersebut muncul, setelah KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kaitannya penyuapan untuk pengurusan regulasi impor daging sapi. Hasil tersebut didapatkan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Hotel Le Meridien, Jakarta.
Jubir KPK Johan Budi menegaskan, tiga orang tersangka itu adalah tiga orang yang berasal dari pihak swasta dan satu orang yang berasal dari anggota DPR.
"Dari hasil gelar perkara kita sudah menemuakan dua alat bukti yang cukup dengan dugaan suap yang dilakukan oleh JE (Jhon Effendy) selaku pemberi dan AAE kepada AF. Kemudian kita temukan dua alat bukti yang cukup dengan salah satu anggota DPR bernama LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Johan dalam keterangan persnya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 30 Januari 2013.
Dengan tegas dia menyatakan, sama sekali tidak ada konspirasi yang sengaja dibuat dan berkaitan dengan isu pencalonan dirinya sebagai pengganti Anis Mata di DPR.
“Saya tegaskan, sebelum penangkapan (Luthfi Hasan Ishaaq), tidak ada perjanjian atau deal-deal yang dibangun. Saya sendiri sudah tidak pernah ketemu Anis Matta sejak menjadi Ketua KPK," kata Abraham, saat dihubungi wartawan, Senin (4/2/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, jika dilihat dari sejarah Samad, dia memiliki ikatan sejarah dengan partai yang saat ini dipimpin oleh M Anis Matta. Diketahui, Samad merupakan kader PKS sebelum dirinya menjabat sebagai Ketua KPK
"Saat mengajukan sebagai Ketua KPK, sudah mengundurkan diri mungkin. Yang pasti sudah tidak di PKS," Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PKS Bidang Buruh, Petani dan Nelayan, Martri Agoeng kepada Sindonews, Jumat 1 Februari 2013.
Diketahui, pemberitaan tersebut muncul, setelah KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kaitannya penyuapan untuk pengurusan regulasi impor daging sapi. Hasil tersebut didapatkan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Hotel Le Meridien, Jakarta.
Jubir KPK Johan Budi menegaskan, tiga orang tersangka itu adalah tiga orang yang berasal dari pihak swasta dan satu orang yang berasal dari anggota DPR.
"Dari hasil gelar perkara kita sudah menemuakan dua alat bukti yang cukup dengan dugaan suap yang dilakukan oleh JE (Jhon Effendy) selaku pemberi dan AAE kepada AF. Kemudian kita temukan dua alat bukti yang cukup dengan salah satu anggota DPR bernama LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Johan dalam keterangan persnya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 30 Januari 2013.
(maf)