Demokrat jeblok, jangan salahkan satu orang
Senin, 04 Februari 2013 - 07:30 WIB
Demokrat jeblok, jangan salahkan satu orang
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat tak bisa menyalahkan satu atau dua orang terkait semakin jebloknya elektabilitas partai menjelang Pemilu 2014 seperti survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Sebab, merosotnya angka elektabilitas partai menjadi tanggungjawab bersama-sama seluruh kader.
"Tiba bisa dengan keadaan ini kemudian menyalahkan salah satu orang. Tentu ini kesalahan bersama, artinya menjadi tanggung jawab bersama-sama," ungkap Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Sindonews, Senin (4/2/2013).
Persoalan partai tak bisa dibebankan kepada salah satu orang, melainkan secara bersama-sama bagaimana berupaya menyelamatkan partai terlebih untuk menghadapi Pemilu 2014.
Menurut Sutan masing-masing orang harus siap menerima masukan, dan kritikan, dan semua kritikan itu harus bisa diterima dengan lapang dada dan tak perlu saling menyalahkan.
Sesungguhnya, lanjut Sutan, keterpurukan yang terjadi saat ini tak lepas dari dampak dari terseretnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin dalam perkara korupsi beberapa waktu lalu.
Beranjak dari kasus Nazaruddinlah perlahan-lahan elektabilitas Demokrat terus menurun, dan sulit dipulihkan lagi hingga sekarang ini.
"Semua ini karena ada oknum petinggi partai. Gara-gara Nazaruddin harus diakui semua jadi repot," tukas Sutan.
Sebab, merosotnya angka elektabilitas partai menjadi tanggungjawab bersama-sama seluruh kader.
"Tiba bisa dengan keadaan ini kemudian menyalahkan salah satu orang. Tentu ini kesalahan bersama, artinya menjadi tanggung jawab bersama-sama," ungkap Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Sindonews, Senin (4/2/2013).
Persoalan partai tak bisa dibebankan kepada salah satu orang, melainkan secara bersama-sama bagaimana berupaya menyelamatkan partai terlebih untuk menghadapi Pemilu 2014.
Menurut Sutan masing-masing orang harus siap menerima masukan, dan kritikan, dan semua kritikan itu harus bisa diterima dengan lapang dada dan tak perlu saling menyalahkan.
Sesungguhnya, lanjut Sutan, keterpurukan yang terjadi saat ini tak lepas dari dampak dari terseretnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin dalam perkara korupsi beberapa waktu lalu.
Beranjak dari kasus Nazaruddinlah perlahan-lahan elektabilitas Demokrat terus menurun, dan sulit dipulihkan lagi hingga sekarang ini.
"Semua ini karena ada oknum petinggi partai. Gara-gara Nazaruddin harus diakui semua jadi repot," tukas Sutan.
(lns)