UMM menyambut baik penerbitan Inpres Kamtibmas

Selasa, 29 Januari 2013 - 20:53 WIB
UMM menyambut baik penerbitan...
UMM menyambut baik penerbitan Inpres Kamtibmas
A A A
Sindonews.com - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambut baik terbitnya Inpres tentang Kamtibmas. Yang membolehkan Gubernur memerintahkan anggota TNI dan Polri untuk segera turun tangan mengatasi semua jenis gangguan ketertiban dan keamanan di wilayahnya.

Menurutnya, Inpres tentang Kamtibmas itu dinilai sebagai pintu masuk untuk meloloskan UU Keamanan Nasional (Kamnas) yang macet.

"Inpres Kamtibmas itu merupakan terobosan untuk mengatasi macetnya pembahasan dan pengesahaan UU Kamnas. Inpres itu bisa menjadikan masukan awal untuk UU Kamnas itu," kata Rektor UMM Muhadjir Efendi di Malang, Jawa Timur, Selasa (29/1/2013).

Diterangkan, selama ini apabila terjadi kerusuhaan atau gangguan keamanan di daerah. Gubernur tidak pernah disalahkan. Pihak yang disalahkan pasti Polisi. Hal itu dinilai wajar. Sebab selama ini kewenangan Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat belum maksimal.

Karena tidak diberi kewenangan penuh untuk mengendalikan keamanan di daerahnya masing-masing. Padahal di setiap Provinsi terdapat pasukan teretorial dibawah Kodam dan Korem. Muhadjir yakin, meski Gubernur diberi kewenangan untuk menggerakan TNI dan Polri untuk mengatasi ancaman dan gangguan keamanan di daerahnya.

Nanti dalam praktiknya tidak akan melebihi batas kewenangannya. Karena sebelum Gubernur memerintahkan anggota TNI dan Polri terjun ke lapangan untuk mengatasi gangguan keamanan.

Lebih dulu akan meminta pertimbangan dari dewan keamanan daerah. Yang beranggotan perwira TNI dan Polri serta tokoh masyarakat.

"Saat di daerah terjadi kerusuhan, konflik horizontal dan perlawanan bersenjata. Anggota TNI dan Polri masih menunggu komando dari pusat. Kalau Gubernur diberi kewenangan, tentu masalah keamanan di daerah lebih terkoordinir dan lebih cepat mengatasinya," tandasnya.

Kata Muhadjir, keberadaan polisi di setiap daerah. Sesungguhnya hanya alat ketertiban masyarakat. Alat ketertiban politik itu bisa digunakan secara efektif dengan syarat ada kebijakan dari pejabt politik yang dipilih secara demokratis oleh masyarakat.

"Prinsipnya kita setuju dengan keputusan Presiden dengan menerbitkan Inpres Kamtibmas itu. Karena nanti kewenangan Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah semakin jelas. Dan keamanan serta ketertiban masyarakat di daerah juga bisa dikendalikan dengan lebih baik lagi," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Antisipasi Gangguan...
Antisipasi Gangguan Keamanan, Blok Hunian Lapas Sidoarjo Digeledah
Deteksi Dini Penting...
Deteksi Dini Penting untuk Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Cegah Gangguan Keamanan...
Cegah Gangguan Keamanan di Rutan, Petugas Geledah Kamar Napi
Jelang Nataru, Kapolsek...
Jelang Nataru, Kapolsek Jagakarsa Minta Masyarakat Waspadai Gangguan Keamanan
Polres Bandara Soetta...
Polres Bandara Soetta Antisipasi Gangguan Keamanan saat Pemilu 2024
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved