ICW: Rp300 triliun dana hibah & bansos diselewengkan

Minggu, 20 Januari 2013 - 15:22 WIB
ICW: Rp300 triliun dana...
ICW: Rp300 triliun dana hibah & bansos diselewengkan
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya Rp 300 triliun dana hibah bantuan sosial (bansos) diselewengkan untuk kepentingan politik para pejabat di pusat maupun daerah. Temuan tersebut berdasarkan rilis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2012 yang disampaikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

Peneliti Korupsi Politik ICW Apung Widadi mengatakan, ini merupakan fenomena yang terus terjadi setiap tahunnya. Bahkan, angka tersebut terus bertambah.

"Ini fenomena yang terjadi di beberapa daerah. Bahkan, BPK di akhir 2012 mengatakan 300 triliun rupiah dana bansos dan hibah digunakan untuk penyelewengan politik. Ini menguatkan bahwa fenomena ini selalu terjadi setiap tahun," jelas Apung dalam siaran pers di Kantor ICW, Jalan Kalibata IVD, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2013).

Apung melanjutkan, di tingkat daerah dana tersebut biasanya diselewengkan oleh calon incumbent untuk digunakan sebagai dana kampanye, namun di tingkat nasional biasanya digunakan oleh partai politik.

"Di beberapa kementerian ada tren dana hibah dan bansos diselewengkan. Kecenderungannya partai berkuasa yang menggunakan untuk mempertahankan kekuasaan. Untuk daerah biasanya oleh incumbent," tegasnya.

Dana tersebut sebenarnya bisa diamankan untuk tidak digunakan sebagai korupsi politik, kata Apung, salah satunya dengan keterbukaan dana kampanye dan setoran parpol dari setiap individu atau lembaga. Tak hanya itu, peran serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus ditingkatkan dengan ikut serta mengawasi aliran dana kampanye parpol yang ilegal.

"Pencegahan harusnya dilakukan parpol, begitu juga KPU dan Bawaslu yang berkali-kali kita teriakan. Ini tidak serta merta dijadikan akumulasi. Dana kampanye yang ilegal menjadi bagian korupsi dalam pemilu. Ini hanya parsial dan momentum andalan," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Oknum Pejabat Arogan,...
Oknum Pejabat Arogan, Jaga Emosi di Ruang Publik
Empat Pemimpin Negara...
Empat Pemimpin Negara yang Paling Korupsi di Dunia
Sindir Pejabat Korup...
Sindir Pejabat Korup Banyak Gimik, Mahfud MD: Baru Keluar Penjara Sudah Pidato Perangi Koruptor
Parlemen Vietnam Tetapkan...
Parlemen Vietnam Tetapkan Vo Van Thuong sebagai Presiden Baru
Firli Bahuri Heran Ketangkap...
Firli Bahuri Heran Ketangkap KPK Bilangnya Apes
KPK Sayangkan Masih...
KPK Sayangkan Masih Ada Pejabat yang Korupsi
Berita Terkini
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved