Koruptor dana bansos wajib dihukum mati

Minggu, 20 Januari 2013 - 14:11 WIB
Koruptor dana bansos...
Koruptor dana bansos wajib dihukum mati
A A A
Sindonews.com- Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Patrialis Akbar mengatakan, koruptor yang mengambil dana bantuan sosial (Bansos) layak untuk dihukum mati. Ia menilai, orang-orang yang mengambil keuntungan di tengah kesusahan korban bencana sangat tidak berprikemanusiaan.

"Siapa yang korupsi (dana bansos) hukum mati saja," tegas Komisaris Utama PT Bukit Asam ini kepada wartawan di Kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Jalan Urip Sumohardjo, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (20/1/2013).

Patrialis menilai, hal itu sangat mungkin terjadi karena lemahnya pengawasan karena terlalu fokus pada korban banjir. Sehingga, ada pihak yang mencari celah untuk menyelewengkan dana bansos.

"Kita berharap itu tidak terjadi pada banjir yang menimpa Jakarta saat ini. Namun, aparat penegak hukum harus jeli mengawasi kemana saja dana bansos itu dikucurkan," ujarya.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Indonesia Budget Center (IBC) merilis adanya potensi korupsi pada dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Temuan tersebut merupakan hasil riset kedua lembaga tersebut.

Potensi korupsi ini ditemukan karena banyaknya permasalahan yang melanda dana hibah dan bansos di provinsi tersebut. Lebih mengkhawatirkan adanya dugaan korupsi dalam pelaksanaannya.

"Dana Bansos dan hibah di Jawa Barat banyak masalah termasuk adanya dugaan korupsi, setiap tahun dana itu bermasalah," jelas Koordinator IBC, Roy Salam dalam siaran pers di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur IVD, Jakarta Selatan, Minggu (20/1/2013).

Roy mengatakan, penggelontoran dana tersebut juga kerap diberikan kepada lembaga fiktif yang bertujuan untuk memuluskan wacana potensi korupsi tersebut.

"Beberapa temuan mengidentifikasikan bahwa dana itu digelontorkan kepada lembaga enggak jelas atau fiktif, ini dikarenakan untuk memuluskan semuanya," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Cegah Korupsi, Pemprov...
Cegah Korupsi, Pemprov DKI Berkolaborasi dengan KPK
Salah Gunakan Kekuasaan,...
Salah Gunakan Kekuasaan, Mantan Lurah Pekojaan Ditahan di Rutan Salemba
KPK Periksa Pejabat...
KPK Periksa Pejabat Pemprov DKI terkait Korupsi Tanah di Munjul
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Cegah Korupsi, KPK Dorong...
Cegah Korupsi, KPK Dorong Program Pengawasan BUMD di Pemprov DKI Jakarta
KPK Sebut Potensi Korupsi...
KPK Sebut Potensi Korupsi ASN di Pemprov DKI dari Anggaran Ini
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved