Mahyudin siap buka-bukaan dengan KPK
Selasa, 15 Januari 2013 - 11:06 WIB
Mahyudin siap buka-bukaan dengan KPK
A
A
A
Sindonews.com- Mantan Ketua Komisi X Mahyudin berjanji untuk membeberkan proses pelolosan anggaran proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat yang terindikasi terjadi tindakan manipulasi kepada KPK.
Hal tersebut disampaikan politisi Demokrat tersebut saat akan menjalani pemeriksaan terkait proyek bernilai Rp 2,5 triliun dengan penyidik KPK.
Saat dikonfirmasi mengenai tudingan Nazarudin bahwa dia yang telah berperan dalam meloloskan anggaran yang terindikasi telah terjadi mark up anggaran up, anggota Komisi III itu pun berjanji akan menjawabnya usai pemeriksaan nanti.
"Kalau sudah selesai nanti kita ngomong lagi," kata Mahyudin di gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2013).
Bahkan, ketika disinggung bahwa dirinyalah yang paling berperan untuk meloloskan proyek itu? Mahyudin pun enggan menjelaskan lebih lanjut.
"Nanti saya kan belum ditanya (penyidik KPK)," kilahnya.
Sebelumnyan, Muhamad Nazarudin pernah menyebutkan Mahyudin sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam pengaturan dana proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. Pasalnya, menurut mantan bendahara umum partai Demokrat tersebut, Mahyudin sama sekali tidak pernah membahas mengenai anggaran tersebut di komisi X yang menangani olahraga.
“Di komisi X yang paling bertanggung jawab Pak Mahyudin karena anggaran hambalang sengaja disimpan dan tidak dibahas di komisi,“ kata Nazar usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, (Rabu 7/11/2012).
Nazarudin mengatakan, Mahyudin pun diketahui bermain curang dengan pimpinan lainnya dalam permasalahan anggaran tersebut. Pasalnya, sama sekali tidak ada transparansi yang dilakukan Mahyudin sebagai ketua komisi.
“Itu hanya ditanda tangani dia dengan pimpinan yang lain. Dia yang mengamankan,“ tudingnya.
Ditambahkan Nazarudin, dengan tindakan manipulatif itulah kemudian dirinya akhirnya bisa mendapatkan jatah Rp 10 miliar yang diketahui merupakan upeti dari kontraktor PT Adhie Karya.
Hal tersebut disampaikan politisi Demokrat tersebut saat akan menjalani pemeriksaan terkait proyek bernilai Rp 2,5 triliun dengan penyidik KPK.
Saat dikonfirmasi mengenai tudingan Nazarudin bahwa dia yang telah berperan dalam meloloskan anggaran yang terindikasi telah terjadi mark up anggaran up, anggota Komisi III itu pun berjanji akan menjawabnya usai pemeriksaan nanti.
"Kalau sudah selesai nanti kita ngomong lagi," kata Mahyudin di gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2013).
Bahkan, ketika disinggung bahwa dirinyalah yang paling berperan untuk meloloskan proyek itu? Mahyudin pun enggan menjelaskan lebih lanjut.
"Nanti saya kan belum ditanya (penyidik KPK)," kilahnya.
Sebelumnyan, Muhamad Nazarudin pernah menyebutkan Mahyudin sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam pengaturan dana proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. Pasalnya, menurut mantan bendahara umum partai Demokrat tersebut, Mahyudin sama sekali tidak pernah membahas mengenai anggaran tersebut di komisi X yang menangani olahraga.
“Di komisi X yang paling bertanggung jawab Pak Mahyudin karena anggaran hambalang sengaja disimpan dan tidak dibahas di komisi,“ kata Nazar usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, (Rabu 7/11/2012).
Nazarudin mengatakan, Mahyudin pun diketahui bermain curang dengan pimpinan lainnya dalam permasalahan anggaran tersebut. Pasalnya, sama sekali tidak ada transparansi yang dilakukan Mahyudin sebagai ketua komisi.
“Itu hanya ditanda tangani dia dengan pimpinan yang lain. Dia yang mengamankan,“ tudingnya.
Ditambahkan Nazarudin, dengan tindakan manipulatif itulah kemudian dirinya akhirnya bisa mendapatkan jatah Rp 10 miliar yang diketahui merupakan upeti dari kontraktor PT Adhie Karya.
(kri)