Pengelolaan keamanan laut masih overlapping

Selasa, 08 Januari 2013 - 16:11 WIB
Pengelolaan keamanan...
Pengelolaan keamanan laut masih overlapping
A A A
Sindonews.com - Upaya menjaga keamanan wilayah maritim masih menemui banyak kendala di antaranya keterbatasan armada kapal dan sinergitas antar institusi yang mempunyai kewenangan hukum di laut. Namun demikian, melalui berbagai operasi yang dijalani Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) mengklaim berhasil menekan tingkat pelanggaran hukum di laut.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto, jumlah kapal yang dimiliki Bakorkamla sangat minim. Tidak sebanding dengan luas wilayah laut dan ancaman kejahatan yang mungkin muncul. Untuk menyiasatinya, pihaknya mencoba dengan mengefektifkan unsur stakeholder yang lain.

"Jumlah kapal yang ada tidak ada apa-apanya jika dibandingkan luas laut. Kalau dibandingkan dengan luas lautan kita, ya kurang banyak," katanya usai upacara peringatan hari ulang tahun ke-6 Bakorkamla di Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Saat ini Bakorkamla memiliki sekitar 18 kapal dengan ukuran kecil yakni kelas katamran dan rigrid inflatable boad. Namun, Bakorkamla telah memesan dua unit kapal patrol dengan ukuran lebih besar, yakni ukuran 48 meter dari industri galangan kapal PT Palindo Marine Shipyard di Batam.

Bambang menuturkan, meski upaya untuk mewujudkan soliditas antar stakeholder telah dilakukan, namun selama ini unsur-unsur tersebut masih sering berjalan sendiri-sendiri. Karenanya, agar pengamanan menjadi lebih efektif, diharapkan ada suatu wadah mengenai hal ini.

“Kita sedang mengarah ke sana. Ini sudah ada dari pejabatnya dan mereka menyadari dan memahami bahwa kita harus sharing dan kembali pada efisiensi, bisa terjadi penghematan,” ujarnya.

Idealnya, lanjut Bambang, ke depan dibentuk single agency multi function sebagaimana yang sudah banyak dilakukan negara-negara maju untuk meningkatkan keamanan laut.

Dalam wadah ini diisi oleh perwakilan berbagai instansi yang memiliki kewenangan hukum di laut, seperti TNI AL, Polair, Bea Cukai, Imigrasi, KKP, Perhubungan dan lainnya. “Tidak terjadi tumpang tindih (selama ini), hanya overlapping,” ungkap dia.
(lns)
Berita Terkait
Konjen Singapura Datangi...
Konjen Singapura Datangi Batam, Bahas Keamanan Laut Perbatasan Indonesia-Singapura
Antisipasi Kejahatan...
Antisipasi Kejahatan di Laut Indonesia, Bakamla Gelar Patroli Bersama di Perbatasan
Jaga Perbatasan dari...
Jaga Perbatasan dari Penyelundupan, Bea Cukai Aceh Gelar Patroli Laut
Patkor Kastima Komitmen...
Patkor Kastima Komitmen Lindungi dan Jaga Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia
4 Alasan China Menerbitkan...
4 Alasan China Menerbitkan Peta Baru Laut China yang Membuat Marah Negara-Negara Tetangga
Daftar Lengkap 44 Negara...
Daftar Lengkap 44 Negara Tanpa Batas Laut, Ada yang Terkurung Daratan Ganda
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved