Ribuan cacing di Ciater disterilkan
Senin, 31 Desember 2012 - 16:11 WIB
Ribuan cacing di Ciater disterilkan
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan ribu cacing yang berada di kawasan pemandian air hangat Ciater, Jawa Barat saat ini mulai ditangani. Bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Jawa Barat, pengelola pemandian air panas Ciater melakukan penelitian terhadap cacing tersebut.
Direktur Humas Sari Ater (Ciater) Yuke mengklaim, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di lokasi wisata yang memiliki luas area 22 hektare tersebut.
"Ini baru pertama kali terjadi di tempat kami, bukan sering terjadi kok," jelas Yuke saat dihubungi Sindonews, Senin (31/12/2012).
Menurutnya, ratusan ribu cacing tersebut muncul karena curah hujan diwilayah Jawa Barat yang tinggi. Sehingga, lanjutnya, ada kemungkinan cacing-cacing itu menjadi tumbuh dan berkembang.
Atas temuan tersebut, kini pihaknya bersama Dinas Kesehatan setempat melakukan penelitian dan penyemprotan desinfektan untuk membunuh cacing-cacing tersebut.
"Ya, kami masih dalam tahap penelitian. Karena jumlah cacingnya yang sangat banyak, kami lakukan penyemprotan desinfektan," jelasnya.
Untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan, pihaknya melakukan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas pemandian di beberapa lokasi yang terdapat sebaran cacing merah hati tersebut.
Meski terdapat ratusan ribu cacing, Yuke mengaku tak membuat surut minat masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya untuk berbondong-bondong mengunjungi lokasi wisata tersebut.
"Setiap harinya pengunjung bertambah 1.000 orang. Mungkin karena momentum libur Natal dan Tahun Baru," tukasnya.
Sebelumnya, ratusan ribu cacing halus berwarna merah hati ditemukan di sungai air hangat, obyek wisata Ciater, Jawa Barat, pada Minggu 30 Desember 2012.
Beberapa wisatawan tidak menyadari kalau air hangat itu terkontaminasi cacing berwarna merah hati, dengan ukuran sangat lembut.
Cacing-cacing tersebut jika tidak dilihat sepintas, tidak nampak secara nyata karena ukurannya yang sangat kecil.
Direktur Humas Sari Ater (Ciater) Yuke mengklaim, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di lokasi wisata yang memiliki luas area 22 hektare tersebut.
"Ini baru pertama kali terjadi di tempat kami, bukan sering terjadi kok," jelas Yuke saat dihubungi Sindonews, Senin (31/12/2012).
Menurutnya, ratusan ribu cacing tersebut muncul karena curah hujan diwilayah Jawa Barat yang tinggi. Sehingga, lanjutnya, ada kemungkinan cacing-cacing itu menjadi tumbuh dan berkembang.
Atas temuan tersebut, kini pihaknya bersama Dinas Kesehatan setempat melakukan penelitian dan penyemprotan desinfektan untuk membunuh cacing-cacing tersebut.
"Ya, kami masih dalam tahap penelitian. Karena jumlah cacingnya yang sangat banyak, kami lakukan penyemprotan desinfektan," jelasnya.
Untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan, pihaknya melakukan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas pemandian di beberapa lokasi yang terdapat sebaran cacing merah hati tersebut.
Meski terdapat ratusan ribu cacing, Yuke mengaku tak membuat surut minat masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya untuk berbondong-bondong mengunjungi lokasi wisata tersebut.
"Setiap harinya pengunjung bertambah 1.000 orang. Mungkin karena momentum libur Natal dan Tahun Baru," tukasnya.
Sebelumnya, ratusan ribu cacing halus berwarna merah hati ditemukan di sungai air hangat, obyek wisata Ciater, Jawa Barat, pada Minggu 30 Desember 2012.
Beberapa wisatawan tidak menyadari kalau air hangat itu terkontaminasi cacing berwarna merah hati, dengan ukuran sangat lembut.
Cacing-cacing tersebut jika tidak dilihat sepintas, tidak nampak secara nyata karena ukurannya yang sangat kecil.
(ysw)