Dana terbatas, BNPB prioritaskan daerah paling rawan
Minggu, 30 Desember 2012 - 09:01 WIB
Dana terbatas, BNPB prioritaskan daerah paling rawan
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menyusun program besar dalam rangka mengurangi risiko akibat Tsunami.
Kebutuhan total untuk program besar yang mencakup seluruh wilayah rawan Tsunami di Indonesia diperkirakan mencapai Rp16,7 triliun untuk selama 5 tahun. Namun ternyata pemerintah hanya menganggarkan dana sebesar Rp1 triliun untuk tahun 2013 nanti.
Menyikapi kondisi dana tersebut, pelaksanaan pengurangaan risiko akibat Tsunami untuk 2013 terpaksa akan diprioritasikan pada daerah-daerah yang tergolong rawan tinggi Tsunami.
"Pelaksanaan diprioritaskan daerah - daerah sepanjang pantai barat Sumatera dan Selatan Jawa, dan Kawasan Pantai Selatan Bali – Nusa Tenggara," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Sindonews, Minggu (30/12/2012).
Berdasarkan rencana kegiatan 2013, lanjut Sutopo, semua kegiatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan di daerah.
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemasangan sirine berbasis komunitas sebanyak 1.375 unit, pembangunan shelter 139 unit, pembangunan pusdaolops 50 unit di kabupaten dan kota, pembangunan rambu evakuasi di 51 kabupaten dan kota, pengembangan desa tangguh bencana 1.080 desa, simulasi, sosialisasi dan diseminasi.
Kebutuhan total untuk program besar yang mencakup seluruh wilayah rawan Tsunami di Indonesia diperkirakan mencapai Rp16,7 triliun untuk selama 5 tahun. Namun ternyata pemerintah hanya menganggarkan dana sebesar Rp1 triliun untuk tahun 2013 nanti.
Menyikapi kondisi dana tersebut, pelaksanaan pengurangaan risiko akibat Tsunami untuk 2013 terpaksa akan diprioritasikan pada daerah-daerah yang tergolong rawan tinggi Tsunami.
"Pelaksanaan diprioritaskan daerah - daerah sepanjang pantai barat Sumatera dan Selatan Jawa, dan Kawasan Pantai Selatan Bali – Nusa Tenggara," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Sindonews, Minggu (30/12/2012).
Berdasarkan rencana kegiatan 2013, lanjut Sutopo, semua kegiatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan di daerah.
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemasangan sirine berbasis komunitas sebanyak 1.375 unit, pembangunan shelter 139 unit, pembangunan pusdaolops 50 unit di kabupaten dan kota, pembangunan rambu evakuasi di 51 kabupaten dan kota, pengembangan desa tangguh bencana 1.080 desa, simulasi, sosialisasi dan diseminasi.
(lns)