Kapolda perintahkan tembak mati peneror
Jum'at, 28 Desember 2012 - 11:21 WIB
Kapolda perintahkan tembak mati peneror
A
A
A
Sindonews.com – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Irjen Pol Didiek Sutomo Triwododo memerintahkan menembak mati siapapun pelaku teror di malam perayaan pergantian tahun baru mendatang.
Jenderal bintang dua itu mengakui di puncak perayaan pergantian tahun itu akan muncul berbagai permasalahan. Mulai dari kemacetan sampai tindak kriminal.
“Tapi satu hal yang cukup menggoyahkan adalah kejahatan terorisme, jika pelaku – pelaku itu muncul dan melakukan aksinya, termasuk membahayakan petugas, saya perintahkan tembak mati bukan tembakan melumpuhkan karena tembakan melumpuhkan masih ada kesempatan pelaku untuk kembali menyerang,” tegasnya di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (28/12/2012).
Masyarakat Jawa Tengah, lanjut Didiek diimbau untuk tidak panik karena pihaknya mengerahkan hampir dua pertiga anggotanya untuk melakukan penjagaan. Itu juga masih dibantu dari pihak TNI.
“Memang beberapa kali terjadi teror, polisi ditembak, dilempar peledak, contohnya di Solo, tapi saya lihat masyarakat Solo tidak terkena imbasnya, mereka tidak panik, melakukan aktivitas seperti biasa,” lanjutnya.
Didiek lagi–lagi menegaskan bahwa menembak mati pelaku teror yang membahayakan keselamatan harus dilakukan pihaknya.
“Itu tidak perlu harus seizin saya, sekali lagi saya perintahkan menembak mati, itu Kapolda yang tanggung jawab, bukan petugas yang menembak, itu saya perintahkan,” tambahnya lagi.
Jenderal bintang dua itu mengakui di puncak perayaan pergantian tahun itu akan muncul berbagai permasalahan. Mulai dari kemacetan sampai tindak kriminal.
“Tapi satu hal yang cukup menggoyahkan adalah kejahatan terorisme, jika pelaku – pelaku itu muncul dan melakukan aksinya, termasuk membahayakan petugas, saya perintahkan tembak mati bukan tembakan melumpuhkan karena tembakan melumpuhkan masih ada kesempatan pelaku untuk kembali menyerang,” tegasnya di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (28/12/2012).
Masyarakat Jawa Tengah, lanjut Didiek diimbau untuk tidak panik karena pihaknya mengerahkan hampir dua pertiga anggotanya untuk melakukan penjagaan. Itu juga masih dibantu dari pihak TNI.
“Memang beberapa kali terjadi teror, polisi ditembak, dilempar peledak, contohnya di Solo, tapi saya lihat masyarakat Solo tidak terkena imbasnya, mereka tidak panik, melakukan aktivitas seperti biasa,” lanjutnya.
Didiek lagi–lagi menegaskan bahwa menembak mati pelaku teror yang membahayakan keselamatan harus dilakukan pihaknya.
“Itu tidak perlu harus seizin saya, sekali lagi saya perintahkan menembak mati, itu Kapolda yang tanggung jawab, bukan petugas yang menembak, itu saya perintahkan,” tambahnya lagi.
(ysw)