KPU diskriminasi terhadap parpol
Kamis, 27 Desember 2012 - 18:02 WIB
KPU diskriminasi terhadap parpol
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai berlaku tak adil terhadap sejumlah partai politik (parpol) non parlemen, termasuk terhadap Partai Demokrasi Pembaruan (PDP). KPU terlihat memperlakukan parpol parlemen secara istimewa.
Ketua Umum Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis mengatakan, pihaknya merasa diperlakukan diskriminasi saat proses verifikasi faktual calon peserta Pemilu 2014.
"Dari temuan-temuan kami di daerah, dalam hasil verifikasi faktual yang ada, itu banyak partai Senayan (Palemen) yang tidak diverifikasi oleh tim verifikator. Malah ada yang kenyataannya tak lolos di sebuah Provinsi, justru diloloskan oleh tim KPU daerah," ujarnya di KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2012).
Menurut Roy, pihaknya memiliki sejumlah bukti perlakuan diskriminasi dilakukan KPU terhadap partainya. Terkait hal itu pulalah kemudian siang tadi pihaknya mendatangi KPU RI untuk mengklarifikasi temuannya itu.
"Partai Senayan (Parlemen) sangat diistimewakan, basa-basi diperiksa, lalu lolos," tuturnya.
Sedangkan PDP, lanjutnya, dipersulit oleh KPUD dalam verifikasi faktual.
Roy tak ingin menyebutkan parpol palemen mana saja yang diperlakukan istimewa oleh KPUD itu. "Ada dua parpol parlemen, ya saya tidak perlu menyebutkanlah ya," pungkasnya.
Ketua Umum Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis mengatakan, pihaknya merasa diperlakukan diskriminasi saat proses verifikasi faktual calon peserta Pemilu 2014.
"Dari temuan-temuan kami di daerah, dalam hasil verifikasi faktual yang ada, itu banyak partai Senayan (Palemen) yang tidak diverifikasi oleh tim verifikator. Malah ada yang kenyataannya tak lolos di sebuah Provinsi, justru diloloskan oleh tim KPU daerah," ujarnya di KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2012).
Menurut Roy, pihaknya memiliki sejumlah bukti perlakuan diskriminasi dilakukan KPU terhadap partainya. Terkait hal itu pulalah kemudian siang tadi pihaknya mendatangi KPU RI untuk mengklarifikasi temuannya itu.
"Partai Senayan (Parlemen) sangat diistimewakan, basa-basi diperiksa, lalu lolos," tuturnya.
Sedangkan PDP, lanjutnya, dipersulit oleh KPUD dalam verifikasi faktual.
Roy tak ingin menyebutkan parpol palemen mana saja yang diperlakukan istimewa oleh KPUD itu. "Ada dua parpol parlemen, ya saya tidak perlu menyebutkanlah ya," pungkasnya.
(lns)