Kurikulum formal harus sesuai kebutuhan pasar kerja

Rabu, 26 Desember 2012 - 01:02 WIB
Kurikulum formal harus...
Kurikulum formal harus sesuai kebutuhan pasar kerja
A A A
Sindonews.com - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mengakui, adanya kesenjangan antara kurikulum pendidikan formal dengan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, Kemennakertrans meminta dilakukan perubahan kurikulum pendidikan formal, utamanya perguruan tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.

"Institusi pendidikan jangan lagi menciptakan lulusan sekolah tinggi tetapi tidak bisa mandiri, terutama pada pendidikan swasta. Jangan sampai lagi ada lulusan pendidikan menengah maupun perguruan tinggi yang memiliki kemampuan tapi tidak terserap di lapangan kerja," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar di Graha Sabha Pramana UGM Selasa (25/12/2012).

Dia mengatakan, pihaknya telah meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan perombakan dan penyempurnaan kurikulum guna menelusuri ketersambungan antara pendidikan formal dengan lapangan kerja dan pasar ekonomi.

Menurutnya, persoalan ketidaksingkronan tersebut disebabkan oleh orientasi penyelenggaraan pendidikan hanya untuk mencari ijazah.

"Seharusnya melalui kurikulum yang ada akan memfokuskan para lulusan untuk bisa mandiri dengan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Untuk merealisasikan upaya ketersambungan ini, kami sedang membentuk tim link and match dengan Kemendikbud agar terjadi perubahan dalam kurikulum dalam menciptakan lulusan yang mandiri," jelasnya.

Kata pria yang juga Ketua Umum Partai Keadilan Bangsa (PKB) itu, pihaknya memiliki program perencanaan ketenagakerjaan. Program itu, bisa mengukur dengan menggunakan standar kompetensi apa saja yang nantinya dibutuhkan, sehingga bisa terbaca peluang dan kesempatan tenaga kerja apa yang sedang dibutuhkan. Untuk saat ini, bidang unggulan yang menjadi peluang tenaga kerja yakni bidang industri, jasa dan perdagangan.

"Dari hasil membaca peluang dan kesempatan kerja inilah seharusnya yang mendasari pembuatan kurikulum. Kami sendiri hanya memberikan pendampingan berupa pelatihan kewirausahaan, pelatihan dan padat karya di pedesaan. Kami berharap perubahan kurikulum yang singkron dengan lapangan kerja cepat terlaksana dan tiap tahunnya dilakukan penyesuaian," ungkapnya.

Disinggung mengenai kesiapan Kemenakertrans RI menghadapi pasar global, dimana telah diprediksi akan terjadi lonjakan tenaga kerja asing di Indonesia, Muhaimin menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan aturan dan mekanisme izin bagi pekerja asing. Hal ini dilakukan untuk melindungi tenaga kerja dalam negeri.

"Kita sudah menyiapkan aturan dan mekanisme tersendiri bagi pemberian izin pekerja asing. Nantinya izin ini akan kita batasi," ujarnya.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved