Ganggu misa Natal, aparat diperintah tembak pengacau
Senin, 24 Desember 2012 - 20:20 WIB
Ganggu misa Natal, aparat diperintah tembak pengacau
A
A
A
Sindonews.com - Peringatan bagi pengacau maupun kelompok tertentu yang ingin mengganggu pelaksanaan malam natal di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Aparat Kepolisian dan TNI sudah mendapat perintah untuk menembak setiap pelaku yang mencoba mengganggu jalannya perayaan natal.
Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan menjelaskan, aparat sudah diperintahkan melumpuhkan pengacau dengan menembak mati setiap pelaku yang mencoba mengganggu jalannya pelaksanaan malam natal.
"Aparat sudah dapat perintah langsung dari pimpinan Polri, jadi kami tidak main-main," tegasnya, saat sidak disejumlah pos pengamanan di Kota Palu, Senin (24/12/2012) sore.
Dalam sidak, Kapolres Palu yang didampingi Dandim 1306 Donggala, Letkol ZCI Rudy Wahyudiyono, memerintahkan seluruh personil keamanan yang bertugas untuk bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku-pelaku yang mencoba mengganggu prosesi pelaksanaan malam natal.
Dalam pengamanan jalannya perayaan natal di Kota Palu, jajaran kepolisian mengerahkan 590 personil, ditambah bantuan dari Polda Sulteng dan TNI sebanyak 1.500 personil.
Pengamanan difokuskan pada 78 gereja, pasar hewan babi di Maesa, serta tempat-tempat umum lainnya.
Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan menjelaskan, aparat sudah diperintahkan melumpuhkan pengacau dengan menembak mati setiap pelaku yang mencoba mengganggu jalannya pelaksanaan malam natal.
"Aparat sudah dapat perintah langsung dari pimpinan Polri, jadi kami tidak main-main," tegasnya, saat sidak disejumlah pos pengamanan di Kota Palu, Senin (24/12/2012) sore.
Dalam sidak, Kapolres Palu yang didampingi Dandim 1306 Donggala, Letkol ZCI Rudy Wahyudiyono, memerintahkan seluruh personil keamanan yang bertugas untuk bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku-pelaku yang mencoba mengganggu prosesi pelaksanaan malam natal.
Dalam pengamanan jalannya perayaan natal di Kota Palu, jajaran kepolisian mengerahkan 590 personil, ditambah bantuan dari Polda Sulteng dan TNI sebanyak 1.500 personil.
Pengamanan difokuskan pada 78 gereja, pasar hewan babi di Maesa, serta tempat-tempat umum lainnya.
(ysw)