6 gereja dapat pengamanan ekstra
Minggu, 23 Desember 2012 - 16:44 WIB
6 gereja dapat pengamanan ekstra
A
A
A
Sindonews.com – Untuk menjaga keamanan selama Natal, sejumlah personil Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Brimob Polda DIY dan Polres Kulonprogo menyisir sejumlah gereja besar di Kulonprogo. Penyisiran dan sterilisasi dilakukan pada enam gereja dengan jemaat di atas 1.500 orang.
Kepala Sub Detasemen Jihandak Gegana Brimob Polda DIY, AKP Suripto, mengatakan sterilisasi dilakukan untuk mengamankan gereja menjelang Natal 25 Desember besok.
Penyisiran difokuskan di dalam gereja maupun di lingkungan sekitar untuk mewaspadai benda mencurigakan maupun bom.
“Penyisiran melibatkan sepuluh personil,” kata Suripto, Minggu (23/12/2012).
Dia mengatakan, ada enam gereja yang disisir, yakni Gereja Katholik Santa Maria Bunda Penasehat Baik dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wates di Wates. Gereja Katholik Santa Maria Materdei di Sentolo.
Gereja Santa Maria Perawan Tak Bernoda di Nanggulan serta dua gereja di Kecamatan Kalibawang, Gereja Theresia Lisieux dan Gereja Santa Maria Lourdef Promasan.
Dalam penyisiran, tim Jihandak memeriksa seluruh bagian gereja. Mulai dari altar, bangku jemaat, lokasi parkir kendaraan, toilet hingga tempat pembungan sampah menggunakan alat metal detektor.
Pihak gereja juga diminta untuk aktif melaporkan setiap menemukan barang mencurigakan dan tidak jelas kepemilikannya. Dirinya mengatakan, penyisiran akan kembali digelar menjelang hari H.
Selain itu, sekira 30 personil untuk bersiaga pada gereja-gereja yang menjadi titik rawan hingga paska Natal.
“30 personil kita kerahkan untuk standy agar sewaktu-waktu siap. Kami menghimbau petugas dari Polsek maupun Polres terus waspada dan patroli keliling,” terangnya.
Anggota Majelis Gereja Kristen Jawa Wates, Langgeng Raharjo, mengaku senang adanya penyisiran oleh tim Gegana Brimob.
“Sebenarnya kami tidak meminta sampai dilakukan sterilisasi, namun untuk pengamanan di lingkungan gereja kita sudah mengajukan permintaan kepada petugas Polres dan Polsek setempat,” katanya.
Dia memperkirakan, jemaat pada perayaan Natal tahun ini akan meningkat karena bersamaan dengan libur sekolah. Jemaaat pada malam Natal dengan agenda kebaktian pemuda diperkirakan antara 300-500 jemaat. Sedangkan puncak perayaan Natal diperkirakan lebih dari 1.500 orang jemaat.
Kepala Sub Detasemen Jihandak Gegana Brimob Polda DIY, AKP Suripto, mengatakan sterilisasi dilakukan untuk mengamankan gereja menjelang Natal 25 Desember besok.
Penyisiran difokuskan di dalam gereja maupun di lingkungan sekitar untuk mewaspadai benda mencurigakan maupun bom.
“Penyisiran melibatkan sepuluh personil,” kata Suripto, Minggu (23/12/2012).
Dia mengatakan, ada enam gereja yang disisir, yakni Gereja Katholik Santa Maria Bunda Penasehat Baik dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wates di Wates. Gereja Katholik Santa Maria Materdei di Sentolo.
Gereja Santa Maria Perawan Tak Bernoda di Nanggulan serta dua gereja di Kecamatan Kalibawang, Gereja Theresia Lisieux dan Gereja Santa Maria Lourdef Promasan.
Dalam penyisiran, tim Jihandak memeriksa seluruh bagian gereja. Mulai dari altar, bangku jemaat, lokasi parkir kendaraan, toilet hingga tempat pembungan sampah menggunakan alat metal detektor.
Pihak gereja juga diminta untuk aktif melaporkan setiap menemukan barang mencurigakan dan tidak jelas kepemilikannya. Dirinya mengatakan, penyisiran akan kembali digelar menjelang hari H.
Selain itu, sekira 30 personil untuk bersiaga pada gereja-gereja yang menjadi titik rawan hingga paska Natal.
“30 personil kita kerahkan untuk standy agar sewaktu-waktu siap. Kami menghimbau petugas dari Polsek maupun Polres terus waspada dan patroli keliling,” terangnya.
Anggota Majelis Gereja Kristen Jawa Wates, Langgeng Raharjo, mengaku senang adanya penyisiran oleh tim Gegana Brimob.
“Sebenarnya kami tidak meminta sampai dilakukan sterilisasi, namun untuk pengamanan di lingkungan gereja kita sudah mengajukan permintaan kepada petugas Polres dan Polsek setempat,” katanya.
Dia memperkirakan, jemaat pada perayaan Natal tahun ini akan meningkat karena bersamaan dengan libur sekolah. Jemaaat pada malam Natal dengan agenda kebaktian pemuda diperkirakan antara 300-500 jemaat. Sedangkan puncak perayaan Natal diperkirakan lebih dari 1.500 orang jemaat.
(ysw)