Pemilih golput di 2014 akan meningkat tajam
Minggu, 23 Desember 2012 - 07:00 WIB
Pemilih golput di 2014 akan meningkat tajam
A
A
A
Sindonews.com - Pemberian tanda suara tidak memilih atau golput masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang diprediksi akan meningkat tajam. Hal itu lantaran, masyarakat dinilai sudah banyak yang anti partai dan jenuh terlibat dalam mekanisme politik yang berujung pada harapan yang kosong.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, hal itu merupakan dampak dari sikap banyak partai yang dinilai masyarakat tak pernah memperjuangkan kebutuhan mereka. Ditambah dengan banyaknya pejabat partai politik yang terbelit korupsi yang notabene merupakan uang rakyat.
"Itu sangat berpengaruh pada kepercayaan masyarakat terhadap partai. Maka itu, golput akan meningkat tajam pada Pemilu 2014 mendatang," jelas Ray kepada Sindonews, Minggu (23/12/2012).
Menurutnya, selain itu ada beberapa faktor yang menjadi kecenderungan pemilih golput meningkat. Seperti perubahan yang dirasa kecil oleh masyarakat, baik jika dipimpin oleh partai berkuasa maupun partai oposisi.
Karena menurutnya, banyak tokoh lama yang masih bercokok dalam lingkaran partai, dimana masyarakat umum sudah mengetahui track record atau rekam jejak tokoh tersebut.
"Selain itu, masyarakat juga terlihat jenuh untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), karena mereka merasa hanya dijadikan kepentingan politik, dan bukan tujuan politik," jelasnya.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, hal itu merupakan dampak dari sikap banyak partai yang dinilai masyarakat tak pernah memperjuangkan kebutuhan mereka. Ditambah dengan banyaknya pejabat partai politik yang terbelit korupsi yang notabene merupakan uang rakyat.
"Itu sangat berpengaruh pada kepercayaan masyarakat terhadap partai. Maka itu, golput akan meningkat tajam pada Pemilu 2014 mendatang," jelas Ray kepada Sindonews, Minggu (23/12/2012).
Menurutnya, selain itu ada beberapa faktor yang menjadi kecenderungan pemilih golput meningkat. Seperti perubahan yang dirasa kecil oleh masyarakat, baik jika dipimpin oleh partai berkuasa maupun partai oposisi.
Karena menurutnya, banyak tokoh lama yang masih bercokok dalam lingkaran partai, dimana masyarakat umum sudah mengetahui track record atau rekam jejak tokoh tersebut.
"Selain itu, masyarakat juga terlihat jenuh untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), karena mereka merasa hanya dijadikan kepentingan politik, dan bukan tujuan politik," jelasnya.
(rsa)