Bagus Putu Dunia jabat KSAU baru
Jum'at, 21 Desember 2012 - 22:06 WIB
Bagus Putu Dunia jabat KSAU baru
A
A
A
Sindonews.com - Jabatan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) hari ini telah diserahterimakan dari Marsekal TNI Imam Sufaat kepada penggantinya Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia.
Pergantian posisi KSAU itu secara resmi digelar melalui upacara militer dipimpin Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Halim Perdanakusuma Jakarta.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, penugasan TNI makin berat dan kompleks, hal ini merupakan dampak dari dinamika perkembangan lingkungan strategis, terutama berkaitan dengan faktor ekonomi, keamanan dan perdamaian di kawasan belahan dunia yang cenderung menimbulkan persoalan kawasan.
Di sini TNI AU dapat mengambil langkah penyempurnaan strategis keamanan udara pada konteks factual dan praksis, dalam koridor pembangunan kekuatan, pengembangan kemampuan, gelar dan penggunaan kekuatan, sesuai postur dan kebijakan strategis TNI yang telah ditetapkan sesuai kebijakan pembangunan kuatan pokok minimum hingga tahun 2024.
“Strategi keamanan udara merupakan keharusan guna memperoleh gambaran pasti tentang efektivitas dan efisiensi pencapaian sasaran kebijakan pembangunan kekuatan pokok minimum TNI AU, dihadapkan kepada dinamika dan prediksi spill over perkembangan situasi keamanan regional serta internasional yang dapat mengganggu dan mengancam kepentingan nasional”, ungkap Panglima TNI, di Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Sementara Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia sendiri merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1981, sebelumnya menjabat sebagai Komandan Jenderal Sesko TNI, sedang Marsekal TNI Imam Sufaat adalah alumnus AAU tahun 1977 selanjutnya memasuki masa purna tugas.
Kasau baru ini adalah putra kelahiran Tabanan-Bali, memulai karir sebagai penerbang tempur taktis A-4 Sky Hawk. Pendidikan militer meliputi Seskoad tahun 1993 dan Defence and Strategic Study Course, Australia tahun 2005.
Pergantian posisi KSAU itu secara resmi digelar melalui upacara militer dipimpin Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Halim Perdanakusuma Jakarta.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, penugasan TNI makin berat dan kompleks, hal ini merupakan dampak dari dinamika perkembangan lingkungan strategis, terutama berkaitan dengan faktor ekonomi, keamanan dan perdamaian di kawasan belahan dunia yang cenderung menimbulkan persoalan kawasan.
Di sini TNI AU dapat mengambil langkah penyempurnaan strategis keamanan udara pada konteks factual dan praksis, dalam koridor pembangunan kekuatan, pengembangan kemampuan, gelar dan penggunaan kekuatan, sesuai postur dan kebijakan strategis TNI yang telah ditetapkan sesuai kebijakan pembangunan kuatan pokok minimum hingga tahun 2024.
“Strategi keamanan udara merupakan keharusan guna memperoleh gambaran pasti tentang efektivitas dan efisiensi pencapaian sasaran kebijakan pembangunan kekuatan pokok minimum TNI AU, dihadapkan kepada dinamika dan prediksi spill over perkembangan situasi keamanan regional serta internasional yang dapat mengganggu dan mengancam kepentingan nasional”, ungkap Panglima TNI, di Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Sementara Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia sendiri merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1981, sebelumnya menjabat sebagai Komandan Jenderal Sesko TNI, sedang Marsekal TNI Imam Sufaat adalah alumnus AAU tahun 1977 selanjutnya memasuki masa purna tugas.
Kasau baru ini adalah putra kelahiran Tabanan-Bali, memulai karir sebagai penerbang tempur taktis A-4 Sky Hawk. Pendidikan militer meliputi Seskoad tahun 1993 dan Defence and Strategic Study Course, Australia tahun 2005.
(maf)