DPR minta auditor Firman Agung tidak dilibatkan
Jum'at, 21 Desember 2012 - 18:36 WIB
DPR minta auditor Firman Agung tidak dilibatkan
A
A
A
Sindonews.com - Audit terhadap proyek Sport Center Hambalang diminta bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan. Karena itu, para auditor yang dilibatkan tak boleh memiliki kedekatan dengan pihak yang sedang diaudit.
Seperti halnya keberadaan Firman Agung Sampurna sebagai salah seorang auditor dalam proyek itu, hanya menjadi pertanyaan banyak pihak dan kecurigaan. Pasalnya, dia anak dari anggota Komisi X DPR RI Kahar Muzakir, yang saat ini menjadi salah seorang terperiksa dalam proyek Hambalang.
Menurut anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo, sebaiknya Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memikirkan kembali keterlibatan Firman Agung itu.
"Auditor yang memiliki hubungan khusus dengan anggota Komisi X itu sebaiknya dipertimbangkan lagi oleh BPK, supaya tidak ada konflik kepentingan dalam proses audit," ujar Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Bambang menambahkan, walaupun pemeriksaan berlangsung objektif maka tidak menutup kemungkinan membuat publik curiga.
Politikus Partai Golkar ini menyarankan agar Firman Agung Sampurna diganti oleh tim auditor lain demi menghindari konflik kepentingan dan kecurigaan masyarakat. "Agar audit investigasi tahap II kasus Hambalang itu menghasilkan audit yang baik, yang diakui oleh semua pihak tanpa ada rasa curiga" pungkas Bambang.
Seperti halnya keberadaan Firman Agung Sampurna sebagai salah seorang auditor dalam proyek itu, hanya menjadi pertanyaan banyak pihak dan kecurigaan. Pasalnya, dia anak dari anggota Komisi X DPR RI Kahar Muzakir, yang saat ini menjadi salah seorang terperiksa dalam proyek Hambalang.
Menurut anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo, sebaiknya Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memikirkan kembali keterlibatan Firman Agung itu.
"Auditor yang memiliki hubungan khusus dengan anggota Komisi X itu sebaiknya dipertimbangkan lagi oleh BPK, supaya tidak ada konflik kepentingan dalam proses audit," ujar Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Bambang menambahkan, walaupun pemeriksaan berlangsung objektif maka tidak menutup kemungkinan membuat publik curiga.
Politikus Partai Golkar ini menyarankan agar Firman Agung Sampurna diganti oleh tim auditor lain demi menghindari konflik kepentingan dan kecurigaan masyarakat. "Agar audit investigasi tahap II kasus Hambalang itu menghasilkan audit yang baik, yang diakui oleh semua pihak tanpa ada rasa curiga" pungkas Bambang.
(lns)