Natal, kawasan Lempuing Jaya dijaga ketat
Jum'at, 21 Desember 2012 - 17:59 WIB
Natal, kawasan Lempuing Jaya dijaga ketat
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Resort (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) mendirikan pos pengamanan malam Natal dan tahun baru 2013. Sedikitnya 200 personel gabungan diterjunkan guna mengamankan 21 tempat ibadah (gereja) dan 4 pos pam di sepanjang Jalintim OKI.
Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh mengatakan, personel yang disiagakan merupakan gabungan dari Polres OKI, TNI, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan dan Komunikasi, Dinas Kesehatan dan Pramuka Kabupaten OKI.
“Menjelang Natal kita fokuskan dalam pengamanan beberapa tempat ibadah, di wilayah hukum kita ada 21 gereja. Masing-masing di Kecamatan Lempuing ada 11 gereja, Mesuji ada 6, Pedamaran Timur ada 2, Teluk Gelam 1, dan Kecamatan Kayuagung 1 gereja,” ujar Agus, Jumat (21/12/2012).
Dia menambahkan, pengamanan tempat ibadah akan diutamakan. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. ”Kita menginginkan jemaah umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang saat hari Natal nanti. Untuk personel yang kita tempatkan di setiap gereja itu bervariasi, sesuai dengan volume keramaian tempat ibadah tersebut,” ungkapnya.
Selain mengamankan 21 tempat ibadah, kepolisian juga telah mendidirikan 4 pos pengamanan di Jalintim, masing-maisng di Terminal Kayuagung, Pos Teluk Gelam, Pos Lempuing dan Pos Pam Simpang Bumiharjo. ”Setiap pos akan ditempatkan sekitar 20 personel gabungan dengan kesehatan, Pol PP, TNI dan instansi terkait,” terangnya.
Untuk di Pos Lempuing Jaya, petugas harus selalu sigap. Dikarenakan di wilayah tersebut terdapat rumah ibadah dan gereja yang akan digunakan oleh umat Kristiani untuk menjalankan perayaan Natal.
Sementara pengamanan di pos Teluk Gelam ditujukan sebagai pengamanan pada perayaan malam tahun baru 2013, karena merupakan lokasi objek wisata.
“Kami berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan saling hormat-menghormati dengan sesama pemeluk agama. Sehingga umat Kristiani dalam menjalankan ibadahnya dan perayaan Natal tidak terganggu,” ujarnya.
Dia mengingatkan, saat perayaan malam tahun baru nanti tidak dijadikan ajang kebut-kebutan di jalan raya yang dapat menggangu jalur lalu lintas, dan juga dihindari pesta minum-minuman keras serta penggunaan narkoba.
“Jika ada yang ingin menyalakan petasan diharapkan jangan sampai mengganggu masyarakat lainnya, sedapat mungkin menghindari pembakaran petasan yang suaranya terlalu besar. Apalagi sampai menimbulkan api yang dapat menyebabkan kebakaran,” harapnya.
Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh mengatakan, personel yang disiagakan merupakan gabungan dari Polres OKI, TNI, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan dan Komunikasi, Dinas Kesehatan dan Pramuka Kabupaten OKI.
“Menjelang Natal kita fokuskan dalam pengamanan beberapa tempat ibadah, di wilayah hukum kita ada 21 gereja. Masing-masing di Kecamatan Lempuing ada 11 gereja, Mesuji ada 6, Pedamaran Timur ada 2, Teluk Gelam 1, dan Kecamatan Kayuagung 1 gereja,” ujar Agus, Jumat (21/12/2012).
Dia menambahkan, pengamanan tempat ibadah akan diutamakan. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. ”Kita menginginkan jemaah umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang saat hari Natal nanti. Untuk personel yang kita tempatkan di setiap gereja itu bervariasi, sesuai dengan volume keramaian tempat ibadah tersebut,” ungkapnya.
Selain mengamankan 21 tempat ibadah, kepolisian juga telah mendidirikan 4 pos pengamanan di Jalintim, masing-maisng di Terminal Kayuagung, Pos Teluk Gelam, Pos Lempuing dan Pos Pam Simpang Bumiharjo. ”Setiap pos akan ditempatkan sekitar 20 personel gabungan dengan kesehatan, Pol PP, TNI dan instansi terkait,” terangnya.
Untuk di Pos Lempuing Jaya, petugas harus selalu sigap. Dikarenakan di wilayah tersebut terdapat rumah ibadah dan gereja yang akan digunakan oleh umat Kristiani untuk menjalankan perayaan Natal.
Sementara pengamanan di pos Teluk Gelam ditujukan sebagai pengamanan pada perayaan malam tahun baru 2013, karena merupakan lokasi objek wisata.
“Kami berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan saling hormat-menghormati dengan sesama pemeluk agama. Sehingga umat Kristiani dalam menjalankan ibadahnya dan perayaan Natal tidak terganggu,” ujarnya.
Dia mengingatkan, saat perayaan malam tahun baru nanti tidak dijadikan ajang kebut-kebutan di jalan raya yang dapat menggangu jalur lalu lintas, dan juga dihindari pesta minum-minuman keras serta penggunaan narkoba.
“Jika ada yang ingin menyalakan petasan diharapkan jangan sampai mengganggu masyarakat lainnya, sedapat mungkin menghindari pembakaran petasan yang suaranya terlalu besar. Apalagi sampai menimbulkan api yang dapat menyebabkan kebakaran,” harapnya.
(san)