DAK2 meningkat, anggaran membengkak

Jum'at, 21 Desember 2012 - 17:17 WIB
DAK2 meningkat, anggaran...
DAK2 meningkat, anggaran membengkak
A A A
Sindonews.com - Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengkritisi Data Agregat Kependudukan Kecamatan (DAK2) yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ini kan datanya berbeda dengan data BPS (Badan Pusat Statistik), seharusnya menggunakan data BPS karena BPS sudah sesuai tugasnya sebagai statistik. Kalau data ini (Kemendagri) lebih tinggi, sehingga berimplikasi dengan naiknya jumlah kursi dan anggaran hingga Rp1 triliun," jelas Ketua Perludem Didi Supriyanto dalam siaran pers di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2012).

Dia menambahkan, anggaran sebesar itu nantinya untuk menghidupi kenaikan jumlah anggota DPRD yang terpilih jika DAK2 yang diberikan Kemendagri digunakan oleh KPU.

"Dengan demikian akibat penambahan jumlah penduduk yang tidak masuk akal, DAK2 telah menyebabkan negara harus mengeluarkan anggaran Rp814 miliar untuk membayar anggota DPRD Provinsi, kabupaten atau kota, yang jumlahnya akan berlipat jika termasuk dana staf ahli dan lainnya dihitung, kesimpulannya data ini tidak akurat," tukasnya.

Lantaran hal itu, dia menyarankan, agar Kemendagri menggunakan data hasil sensus BPS tahun 2012 untuk menentukan DAK2 pada Pemilu 2014, sehingga hasil yang didapatkan akurat.

"Kalau kami menyarankan agar menggunakan data dari BPS agar lebih akurat. Karena apa, kita juga tidak tahu metode pengumpulan DAK2 ini, apakah dengan e-ktp atau apa, kalau e-ktp jelas bagi mereka yang 17 tahun. Jadi kami juga tidak tahu metode yang mereka (Kemendagri) gunakan," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Kaesang Maju Pileg 2029...
Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan, PAN: Orang Tuanya Pernah Jadi Wali Kota Solo, Wajarlah
Bimtek Perindo, KPU...
Bimtek Perindo, KPU Ingatkan Pentingnya Pemutakhiran Data Parpol
Periksa Plt Gubernur...
Periksa Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Uang yang Ditemukan saat Penggeledahan
Infografis
10 Negara dengan Anggaran...
10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved