Larang umat ucapkan Natal, MUI abaikan Alquran
Kamis, 20 Desember 2012 - 09:14 WIB
Larang umat ucapkan Natal, MUI abaikan Alquran
A
A
A
Sindonews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang umat Islam di Indonesia mengucapkan selamat hari Natal dan ikut dalam perayaannya. Fatwa haram MUI itu, tercatat pada tahun 1981.
Namun, tidak semua ulama Indonesia melarang umat Islam mengucapkan Natal dan ikut dalam perayaannya. Sebagai contoh, ada Quraish Shihab, Nurcholish Madjid, dan Gus Dur.
Bahkan, ulama dunia juga ada yang menganjurkan umat Islam mengucapkan Natal dan ikut dalam perayaannya. Ulama-ulama itu, ada di al-Azhar, Mesir. Begitupun dengan Mahmoud Abbas, Presiden Palestina.
"Kalau anda memahami al-Quran hanya dengan menggunakan terjemahan Depag, lalu anda menganggapnya final, maka benar besok kiamat," tulis tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi dalam akun twitternya @zuhairimisrawi, Kamis (20/12/2012).
Terkait larangan MUI yang menyatakan umat Islam di Indonesia mengucapkan Natal dan ikut dalam perayaannya, Zuhairi mengatakan, MUI telah mengabaikan Alquran dalam salah satu suratnya yang berbunyi; Selamat di hari kelahiranku, kematianku, dan dibangkitkan kembali (Maryam: 33). "Ayat ini diabaikan MUI," terangnya.
Lebih lanjut, dia menyatakan, MUI merupakan satu dari sekian banyak arus yang ada dalam Islam. Namun, dia mengingatkan umat Islam, bahwa MUI bukan satu-satunya arus.
"Islam itu layaknya samudera yang luas dan dalam. Fatwa MUI hanya salah satu arus dalam Islam. Masih banyak arus yang lain," tutupnya.
Namun, tidak semua ulama Indonesia melarang umat Islam mengucapkan Natal dan ikut dalam perayaannya. Sebagai contoh, ada Quraish Shihab, Nurcholish Madjid, dan Gus Dur.
Bahkan, ulama dunia juga ada yang menganjurkan umat Islam mengucapkan Natal dan ikut dalam perayaannya. Ulama-ulama itu, ada di al-Azhar, Mesir. Begitupun dengan Mahmoud Abbas, Presiden Palestina.
"Kalau anda memahami al-Quran hanya dengan menggunakan terjemahan Depag, lalu anda menganggapnya final, maka benar besok kiamat," tulis tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi dalam akun twitternya @zuhairimisrawi, Kamis (20/12/2012).
Terkait larangan MUI yang menyatakan umat Islam di Indonesia mengucapkan Natal dan ikut dalam perayaannya, Zuhairi mengatakan, MUI telah mengabaikan Alquran dalam salah satu suratnya yang berbunyi; Selamat di hari kelahiranku, kematianku, dan dibangkitkan kembali (Maryam: 33). "Ayat ini diabaikan MUI," terangnya.
Lebih lanjut, dia menyatakan, MUI merupakan satu dari sekian banyak arus yang ada dalam Islam. Namun, dia mengingatkan umat Islam, bahwa MUI bukan satu-satunya arus.
"Islam itu layaknya samudera yang luas dan dalam. Fatwa MUI hanya salah satu arus dalam Islam. Masih banyak arus yang lain," tutupnya.
(san)