Aparat harus klarifikasi soal munculnya PKI
Rabu, 19 Desember 2012 - 20:11 WIB
Aparat harus klarifikasi soal munculnya PKI
A
A
A
Sindonews.com - Kabar soal kemunculan Partai Komunis Indonesia (PKI) disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso di wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai dapat merisaukan warga. Karena itu, aparat diminta segera menindak dan mengklarifikasi adanya indikasi itu.
"Pernyataan Pangdam saya kira tidak asal pernyataan, tentunya sudah didukung data-data yang bisa dipertanggung jawabkan dari Aparat Intelejen Kodam Diponegoro, kalau indikasi temuan tersebut ada kenapa tidak langsung ditangkap saja dan diproses. Saya kira Aparat Kodam harus segera menangkap dan mengklarifikasi kelompok siapa yang dimaksud, gelagat tersebut pasti sudah terdeteksi dini dan terdata," ujar anggota Komisi I Tjahjo Kumolo saat dihubungi Sindonews, Rabu (19/12/2012)
Pasalnya, lanjut Tjahjo, pernyataan itu hanya menimbulkan rasa cemas masyarakat.
"Kalau hanya melempar sinyalemen saya kira akan meresahkan masyarakat dann sesama masyarakat akan saling curiga," imbuh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Dirinya juga menghimbau agar masyarakat turut mendukung aparat dalam menyelesaikan dan menuntaskan persoalan tersebut.
"Kita dukung langkah Pangdam kalau bisa segera tangani dan tangkap sinyalemen tersebut yang berbahaya bagi keutuhan negara, bangsa dan daerah. Kalau tidak kasihan TNI terpola pada sinyalemen semata tanpa bisa membuktikan dan tertangani dengan tuntas," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso mengatakan ada indikasi kemunculan PKI di Jawa Tengah dan DIY. Pernyataannya tersebut berdasarkan laporan dari Intelijen Kodam IV/Diponegoro yang menemukan sejumlah pertemuan yang digelar oleh orang-orang eks PKI.
"Pernyataan Pangdam saya kira tidak asal pernyataan, tentunya sudah didukung data-data yang bisa dipertanggung jawabkan dari Aparat Intelejen Kodam Diponegoro, kalau indikasi temuan tersebut ada kenapa tidak langsung ditangkap saja dan diproses. Saya kira Aparat Kodam harus segera menangkap dan mengklarifikasi kelompok siapa yang dimaksud, gelagat tersebut pasti sudah terdeteksi dini dan terdata," ujar anggota Komisi I Tjahjo Kumolo saat dihubungi Sindonews, Rabu (19/12/2012)
Pasalnya, lanjut Tjahjo, pernyataan itu hanya menimbulkan rasa cemas masyarakat.
"Kalau hanya melempar sinyalemen saya kira akan meresahkan masyarakat dann sesama masyarakat akan saling curiga," imbuh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Dirinya juga menghimbau agar masyarakat turut mendukung aparat dalam menyelesaikan dan menuntaskan persoalan tersebut.
"Kita dukung langkah Pangdam kalau bisa segera tangani dan tangkap sinyalemen tersebut yang berbahaya bagi keutuhan negara, bangsa dan daerah. Kalau tidak kasihan TNI terpola pada sinyalemen semata tanpa bisa membuktikan dan tertangani dengan tuntas," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso mengatakan ada indikasi kemunculan PKI di Jawa Tengah dan DIY. Pernyataannya tersebut berdasarkan laporan dari Intelijen Kodam IV/Diponegoro yang menemukan sejumlah pertemuan yang digelar oleh orang-orang eks PKI.
(lns)