Pemerintah dinilai lamban selamatkan TKI

Rabu, 19 Desember 2012 - 15:32 WIB
Pemerintah dinilai lamban...
Pemerintah dinilai lamban selamatkan TKI
A A A
Sindonews.com - Pemerintah dinilai lamban dalam memberikan perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Seperti halnya perlindungan terhadap Satinah binti Jumadi TKW yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi lantaran membunuh majikannya sendiri.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Eva Sundari, Satuan Petugas (Satgas) yang mengawasi TKI bekerja lamban.

"Aku agak menyesal karena sudah ada Satuan Petugas (Satgas), tapi tidak tahu ada TKI akan menjalani hukungan pancung. Artinya ngapain Satgas selama ini," ujar Eva kepada Sindonews usai mengikuti diskusi bertemakan "Negara, Agama dan Problem Perlindungan Hak-hak Minoritas" di Kantor Pengurus Pust (PP) Muhammadiyah DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2012).

Eva mengaku bingung, karena Satgas yang bertugas memantau TKI ternyata baru mengetahui Satinah akan divonis pancung oleh pengadilan setempat.

Seharusnya, pemerintah bisa lebih aktif lagi memberikan upaya perlindungan hukum bagi TKI di luar negeri yang terlibat masalah.

"Ini kan aneh toh, padahal ketika dia diperpanjang pada bulan September, harusnya sampai bisa mengendus soal Satinah. Berati negara tidak berikan pendampingan, pengacara, artinya satgas tidak bekerja," pungkasnya.

Seperti diketahui, Satinah diputus bersalah oleh pengadilan Arab Saudi karena telah membunuh majikannya. Dalam putusan tersebut Satinah terbukti bersalah dan harus menjalani hukuman pancung pada 14 Desember 2012.

Namun karena berhasil melobi keluarga korban, eksekusi tersebut diperpanjang hingga enam bulan ke depan, sementara masalah pembayaran diyat atau uang darah sebagai kompensasi senilai Rp3 juta riyal atau Rp 7,5 miliar belum dapat diputuskan.
(lns)
Berita Terkait
Bayar Diyat Rp15,5 M...
Bayar Diyat Rp15,5 M dan Penjara 20 Tahun, TKI Ini Akhirnya Lolos Eksekusi di Arab
Disnakertrans Jabar...
Disnakertrans Jabar Siap Fasilitasi Kepulangan Ety ke Majalengka
Sekda: Ety Bisa Kembali...
Sekda: Ety Bisa Kembali Berkat Doa Seluruh Masyarakat Majalengka
Wakil Ketua MPR Sore...
Wakil Ketua MPR Sore Ini Jemput TKI Bebas dari Hukuman Mati di Soetta
TKW Bebas dari Hukuman...
TKW Bebas dari Hukuman Mati, Jazilul Fawaid: Satu Nyawa Sangat Berharga
Ketum PBNU Ucapkan Syukur...
Ketum PBNU Ucapkan Syukur atas Bebasnya Ety dari Hukuman Mati di Saudi
Berita Terkini
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Kaesang Maju Pileg 2029...
Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan, PAN: Orang Tuanya Pernah Jadi Wali Kota Solo, Wajarlah
Bimtek Perindo, KPU...
Bimtek Perindo, KPU Ingatkan Pentingnya Pemutakhiran Data Parpol
Periksa Plt Gubernur...
Periksa Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Uang yang Ditemukan saat Penggeledahan
Serap Aspirasi RUU Perampasan...
Serap Aspirasi RUU Perampasan Aset, Habiburokhman: Masyarakat Ingin Instrumen Hukum untuk Kejar Hasil Kejahatan
Sangat Sulit bagi Kaesang...
Sangat Sulit bagi Kaesang Saingi Popularitas Puan Maharani di Dapil Jateng V
Infografis
Pilih Tangkap Putin...
Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu, Uni Eropa Dinilai Munafik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved