Butuh 500 orang, JK atasi masalah Indonesia
Selasa, 18 Desember 2012 - 22:43 WIB
Butuh 500 orang, JK atasi masalah Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengklaim, dirinya mampu mengendalikan berbagai persoalan di Indonesia hanya dengan 500 orang yang tersimpan dalam memori teleponnya yang terdiri dari anggota dewan, kepala daerah hingga lawan politik, sudah mampu untuk mengatasi persoalannya sewaktu memimpin Indonesia pada tahun 2004 lalu.
"Di Indonesia ini cukup mengenal 500 orang. Anggota DPR kenalin saja 100 tidak usah semua, bupati sedikit saja. Pokoknya semua ada di nomor telepon saya," kata JK saat peluncuran bukunya bertajuk JK Ensiklopedia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
Dia mengakui, selama ada permasalahan, dirinya hampir tidak pernah berkonsultasi dengan partai Golkar dalam mencari solusi. Dia mengklaim, solusi bisa didapatkan jika dirinya melakukan komunikasi dengan lawan politiknya.
"Itu ada trick. Yang penting partai lain bukan partai kita. Jadi kalau ada masalah di kabinet saya tidak telepon Golkar, tapi telepon PDIP," ungkapnya.
Menurutnya, partai Golkar selaku partai yang telah mengusungya sebagai wakil presiden kala itu hanya ditugaskannya untuk segera menjalankan instruksinya. Sehingga, menurutnya, tidak perlu dilakukan pertemuan khusus untuk membahas permasalah negara.
"Soal Golkar besok tinggal instruksi. Tidak perlu ada rapat-rapat partai yang dikasih tahu cukup partai berlawanan," tegasnya.
Oleh karena itu, dia kembali menegaskan, dirinya tidak perlu menjalin komunikasi dengan ribuan pejabat negara ataupun anggota DPR. Dia menegaskan, dirinya hanya memegang ratusan orang penting yang dianggap sudah cukup mewakili semuanya.
"Pokoknya negeri ini semua sudah ada di handphone saya. Saya tinggal telephon untuk bicarakan masalahnya," tandasnya.
"Di Indonesia ini cukup mengenal 500 orang. Anggota DPR kenalin saja 100 tidak usah semua, bupati sedikit saja. Pokoknya semua ada di nomor telepon saya," kata JK saat peluncuran bukunya bertajuk JK Ensiklopedia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
Dia mengakui, selama ada permasalahan, dirinya hampir tidak pernah berkonsultasi dengan partai Golkar dalam mencari solusi. Dia mengklaim, solusi bisa didapatkan jika dirinya melakukan komunikasi dengan lawan politiknya.
"Itu ada trick. Yang penting partai lain bukan partai kita. Jadi kalau ada masalah di kabinet saya tidak telepon Golkar, tapi telepon PDIP," ungkapnya.
Menurutnya, partai Golkar selaku partai yang telah mengusungya sebagai wakil presiden kala itu hanya ditugaskannya untuk segera menjalankan instruksinya. Sehingga, menurutnya, tidak perlu dilakukan pertemuan khusus untuk membahas permasalah negara.
"Soal Golkar besok tinggal instruksi. Tidak perlu ada rapat-rapat partai yang dikasih tahu cukup partai berlawanan," tegasnya.
Oleh karena itu, dia kembali menegaskan, dirinya tidak perlu menjalin komunikasi dengan ribuan pejabat negara ataupun anggota DPR. Dia menegaskan, dirinya hanya memegang ratusan orang penting yang dianggap sudah cukup mewakili semuanya.
"Pokoknya negeri ini semua sudah ada di handphone saya. Saya tinggal telephon untuk bicarakan masalahnya," tandasnya.
(mhd)