Sutan minta Ruhut hormati Anas
Selasa, 18 Desember 2012 - 16:35 WIB
Sutan minta Ruhut hormati Anas
A
A
A
Sindonews.com - Ruhut Sitompul yang merupakan mantan Ketua Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat (PD) diminta tetap menghormasti Ketua Umum (PD) Anas Urbaningrum. Meski selama ini Anas terus dituding terlibat dugaan korupsi dalam kasus sport center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Semestinya Ruhut belajar dari partai pendahulu yang solid. Apapun kejadiannya pada ketua, selama jadi ketum ya harus dihormati," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Sutan yang juga Ketua KOmisi VII ini menyarankan, jika mau melakukan kritik sebaiknya disampaikan ke internal PD, tidak perlu berteriak-teriak kepada masyarakat di depan media.
"Ketum partai ya komando partai. Kalau mau kritik ya di dalam (internal), jangan di luar, ke publik," tandasnya.
Ruhut memang sudah dipecat dari dari kepengurusan DPP PD. Walau sudah dipecat dari DPP, Sutan berharap Si Poltak tidak meninggalkan partai Binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Doa saya sebagai sahabat, saya berharap Ruhut tetap di Demokrat," pungkasnya.
Sebelumnya, pengurus teras DPP PD melalui suatu rapat memutuskan memecat Ruhut Sitompul dari posisi Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika DPP.
Tidak banyak penjelasan dari DPP mengapa Ruhut dicopot dan mengapa baru dilakukan menjelang pelaksanaan Silaturahmi Nasional Demokat (Silatnas) 14-15 Desember 2012, yang merupakan rangkaian HUT partai pemenang pemilu tersebut. DPP Demokrat hanya menjelaskan pencopotan Ruhut demi "penyegaran" menyongsong Pemilu 2014.
Saat ini, posisi Ruhut digantikan oleh Sekretaris Departemen dan Komunikasi PD Nurul Qomar. Sebelumnya, Qomar menjabat Sekretaris Departemen dan Komunikasi.
"Semestinya Ruhut belajar dari partai pendahulu yang solid. Apapun kejadiannya pada ketua, selama jadi ketum ya harus dihormati," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Sutan yang juga Ketua KOmisi VII ini menyarankan, jika mau melakukan kritik sebaiknya disampaikan ke internal PD, tidak perlu berteriak-teriak kepada masyarakat di depan media.
"Ketum partai ya komando partai. Kalau mau kritik ya di dalam (internal), jangan di luar, ke publik," tandasnya.
Ruhut memang sudah dipecat dari dari kepengurusan DPP PD. Walau sudah dipecat dari DPP, Sutan berharap Si Poltak tidak meninggalkan partai Binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Doa saya sebagai sahabat, saya berharap Ruhut tetap di Demokrat," pungkasnya.
Sebelumnya, pengurus teras DPP PD melalui suatu rapat memutuskan memecat Ruhut Sitompul dari posisi Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika DPP.
Tidak banyak penjelasan dari DPP mengapa Ruhut dicopot dan mengapa baru dilakukan menjelang pelaksanaan Silaturahmi Nasional Demokat (Silatnas) 14-15 Desember 2012, yang merupakan rangkaian HUT partai pemenang pemilu tersebut. DPP Demokrat hanya menjelaskan pencopotan Ruhut demi "penyegaran" menyongsong Pemilu 2014.
Saat ini, posisi Ruhut digantikan oleh Sekretaris Departemen dan Komunikasi PD Nurul Qomar. Sebelumnya, Qomar menjabat Sekretaris Departemen dan Komunikasi.
(mhd)