Golput di Pemilu 2014 diprediksi meningkat

Selasa, 18 Desember 2012 - 16:16 WIB
Golput di Pemilu 2014...
Golput di Pemilu 2014 diprediksi meningkat
A A A
Sindonews.com - Jumlah pemilih yang tidak memilih (Golput) diprediksi akan meningkat pada pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang. Hal itu dikatakan Wartawan Senior Harian Kompas Budiarto Shambazy, yang mencontohkan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Walikota Bekasi jumlah pemilih Golput cukup tinggi dalam pemilihan tersebut.

Menurut dia, sikap apatis masyarakat kepada setiap calon dalam pemelihan umum (Pemilu) menjadi faktor utama mengapa pada akhir mereka menyimpulkan untuk tidak menjadi pemilih.

"Makanya, nanti Golput besar, sama saja pemilu walikota yang di Bekasi 50 persen lebih. Masyarakat apatis rasanya tidak seperti antusias Pemilu 2004," jelas dia dalam “Masa Depan Indonesia: Tantangan 20 tahun ke Depan” dan Analisis Politik 2012: “Suara Tuhan: Suara Rakyat Versus Suara Elite”, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).

Dia juga menjelaskan, meski Pemilu di Indonesia berjalan stabil, namun pemilihan pada 2009 tetap menjadi catatan buruk karena banyak permasalahan yang mendera dalam Pemilu saat itu.

"Proses pemilu kita berjalan stabil dari setiap pemilu. Jadi optimistis semua akan berjalan lancar enggak ada masalah. Tapi yang menjadi buta hasil Pilpres 2009 tak bisa menjadi patokan, karena amburadulnya saat itu. Jadi itu secara legal sudah ada yang salah dalam legal, proses Pilpres 2009," tandas dia.

Oleh karenanya, salah satu cara untuk mengurangi Golput pada Pemilu 2014 dia menyarankan agar para kandidat calon presiden (Capres) yang telah mengumumkan akan bertarung dalam pemilihan presiden (Pilpres) diminta untuk dapat meyakinkan masyarakat bahwa mereka bertujuan untuk kesejahteraan, bukan kepentingan.

"Prabowo, Aburizal Bakrie, sudah diketahui akan maju. Jadi harus dipahami, mereka harus tidak hanya mengejar jabatan. Mereka harus bisa menghadapi masalah-masalah yang dihadapi saat ini. Jadi kalau saya katakan, kita sudah tahu calon-calon ini semua, tinggal persoalan apakah mereka bukan hanya mengejar jabatan saja," pungkasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Serap Aspirasi RUU Perampasan...
Serap Aspirasi RUU Perampasan Aset, Habiburokhman: Masyarakat Ingin Instrumen Hukum untuk Kejar Hasil Kejahatan
Sangat Sulit bagi Kaesang...
Sangat Sulit bagi Kaesang Saingi Popularitas Puan Maharani di Dapil Jateng V
Kaesang Nyaleg di Dapil...
Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Ujian Pengaruh Jokowi di Kandang Banteng PDIP
Herti Sastra Munthe...
Herti Sastra Munthe Siap Terapkan Hasil Bimtek Perindo di Deli Serdang
Kawal Ketat APBD, Legislator...
Kawal Ketat APBD, Legislator Partai Perindo Lombok Barat Dapat Apresiasi dari Angela Tanoesoedibjo
PBNU Minta Jaksa Agung...
PBNU Minta Jaksa Agung Tak Kendur Berantas Korupsi meski Diterpa Kasus Jampidsus
Infografis
Timnas Indonesia vs...
Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026, Target Garuda Start Sempurna
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved